Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berpotensi Melemah Lanjutan, Rabu 10 September 2025

📅 Rabu, 10 Sep 2025, 09:25 WIB | Oleh:
Berpotensi Melemah Lanjutan, Rabu 10 September 2025 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih tertekan dalam perdagangan di pasar uang antarbank, tengah pekan ini. Pergerakan rupiah bakal dipengaruhi kombinasi dari senti­ment eksternal dan internal. 

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi melihat investor masih cemas dengan gejolak politik di Eropa dan Jepang. Selain itu, in­vestor terus menantikan peunjuk baru terkait arah kebi­jakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

Dari dalam negeri, Ibrahim melihat investor masih menantikan gebrakan kebijakan yang dilakukan sejumlah meteri baru pasca reshuffle Kabinet Merah Putih pada awal pekan ini.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terus menjadi sorotan publik, terutama kebijakan fiskal dalam beberapa waktu ke depan.

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terha­dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (10/9), bergerak fluktuatif sebelum ditutup melemah di kisaran 16.480-16.540 rupiah per dollar AS.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (9/9) sore, melemah sebesar 172 poin atau 1,05 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.482 rupiah per dollar AS.

Ibrahim menganggap pelemahan kurs rupiah dipe­ngaruhi ketidakpastian politik di Prancis dan Jepang. Me­nurut Ibrahin, pertama ialah kondisi perpolitikan di Eropa, tepatnya di Prancis, yang memanas.

“Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou mengundur­kan diri setelah kehilangan mosi kepercayaan di Majelis Nasional,” katanya.

Sebagaimana diumumkan Ketua Majelis Nasional Yael Braun-Pivet, dari 589 anggota majelis, Bayrou hanya men­dapat 194 suara dukungan terhadap pemerintahannya, se­mentara 364 suara lainnya menolak mendukung Bayrou. Sejumlah 15 anggota lainnya abstain. n

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.