Harga BBM Nonsubsidi Dinilai Sudah Layak Turun, Bisa Ringankan Beban Kelas Menengah dan Dongkrak Daya Beli
📅 Sabtu, 27 Jun 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta – Rencana penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dinilai sudah layak dilakukan seiring melandainya harga minyak mentah dunia. Langkah tersebut diperkirakan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah, sekaligus memperkuat daya beli dan mendorong aktivitas ekonomi domestik.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai rencana penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan memberikan dampak positif bagi daya beli masyarakat, terutama kelompok kelas menengah yang belakangan menghadapi tekanan ekonomi.
Menurut Faisal, harga BBM nonsubsidi pada dasarnya bersifat floating atau mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia. Karena itu, ketika harga minyak global turun, harga BBM nonsubsidi juga seharusnya ikut disesuaikan.
"Jadi semestinya kalau harga minyak mentah dunia sekarang sekitar 70-an dolar AS per barel, bahkan minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) itu sudah 68 dolar per barel, mestinya (harga BBM non-subsidi) turun, dan ini juga akan membantu permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat konsumen di Indonesia terutama kaitannya dengan penurunan kelas menengah misalnya," ujar Faisal di Jakarta, Sabtu (27/6).
Ia menjelaskan mekanisme tersebut berbeda dengan BBM bersubsidi yang penetapan harganya bergantung pada kebijakan pemerintah karena mendapat subsidi negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itu, Faisal berharap penyesuaian harga BBM nonsubsidi tidak dilakukan terlalu lama apabila harga minyak dunia tetap stabil.
"Menurut saya jangan berlama-lama, jadi semestinya juga dalam waktu dekat (harga BBM non-subsidi) itu sudah bisa diturunkan semestinya, karena pada dasarnya dia floating, jadi harus diturunkan, apalagi kalau kemudian nanti stabil artinya stabil terus di kisaran 70 dolar AS per barel maka sudah waktunya untuk diturunkan," katanya.
Tren Turun
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan mendorong jajaran direksi untuk mulai menyiapkan penurunan harga BBM nonsubsidi secara bertahap mulai awal Juli 2026 seiring tren penurunan harga minyak mentah dunia.
"Kami dari jajaran dewan komisaris mendorong direksi, manajemen (Pertamina) untuk segera menyesuaikan dengan harga minyak (mentah) dunia yang sudah mulai turun," kata Iriawan.
Ia mengatakan Pertamina akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelum memutuskan penyesuaian harga.
"Jadi kira-kira kami akan mendorong jajaran direksi untuk melakukan itu (penyesuaian harga BBM nonsubsidi). Yang pastinya nanti akan berkomunikasi dengan kemudian ESDM untuk bisa menurunkan harga minyak nanti," ujarnya.
Meski demikian, Iriawan menegaskan penurunan harga BBM tidak dapat dilakukan secara instan karena harus melalui mekanisme evaluasi berkala.
"Ada prosedurnya ya, karena minyak yang sekarang ini proses (dari) bulan yang lalu, dengan harga yang lalu. Nah tentunya kalau turunnya kemarin, berapa hari yang lalu, kita akan menyesuaikan nanti," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!