Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bulog Karawang Tindaklanjuti Laporan Warga tentang Teror Kutu Beras

📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 21:42 WIB | Oleh:
Bulog Karawang Tindaklanjuti Laporan Warga tentang Teror Kutu Beras Doc: ANTARA/Ali Khumaini
Ket. Kutu Beras.

KARAWANG -- Bulog Karawang menindaklanjuti laporan masyarakat atas "teror" kutu beras dari gudang yang masuk ke area permukiman di sekitar gudang beras Bulog di wilayah Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Pemimpin Cabang Bulog Karawang Rafki Ismael dalam keterangannya yang diterima di Karawang, Sabtu menyampaikan pihaknya telah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait beredarnya kutu beras yang masuk ke area pemukiman.

Ia mengaku telah melakukan koordinasi secara intensif guna menangani hama yang terindikasi menyebar hingga ke area pemukiman warga. Koordinasi tersebut bertujuan supaya langkah teknis penanganan dapat berjalan cepat, terukur, serta tetap mengutamakan keamanan lingkungan.

Bulog Karawang, katanya lagi, telah menerapkan pengendalian hama gudang terpadu sebagai standar dalam mengendalikan hama selama penyimpanan beras.

”Pada penyimpanan beras, hama memang memiliki siklus hidup. Jadi kami terus melakukan upaya pengendalian melalui berbagai langkah, seperti fumigasi pada komoditas dan penyemprotan (spraying) di lingkungan gudang, mengendalikan tingkat serangan hama di gudang penyimpanan beras Bulog" katanya pula.

Gudang beras yang menjadi sumber hama atau kutu beras tersebut merupakan milik pihak ketiga yang disewa Bulog dan berada di seberang jalan kawasan permukiman warga.

Sebagai langkah pengendalian, Bulog melakukan perawatan terhadap stok beras di gudang melalui fumigasi menggunakan teknik sulfur.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian hama gudang secara terpadu, terutama karena lokasi gudang berada dekat dengan kawasan permukiman sehingga membutuhkan penanganan yang lebih intensif.

Sementara terkait dengan kualitas beras, Rafki memastikan keberadaan kutu beras tidak mempengaruhi mutu beras yang akan disalurkan kepada masyarakat.

"Kutu beras yang ada merupakan hama sekunder, sehingga tidak menyerang komoditas secara langsung. Sebelum beras disalurkan, kami juga rutin melakukan proses pengolahan dan pemeriksaan kualitas," kata dia lagi.

Sementara itu, selama beberapa bulan terakhir, warga yang tinggal di dekat gudang beras Bulog di wilayah Kecamatan Karawang Barat diteror kutu beras yang masuk hingga ke dalam rumah mereka. Bahkan kutu beras tersebut sempat menempel di dinding rumah mereka.

Warga mengeluhkan gatal-gatal dan bengkak, karena seringkali digigit kutu beras yang masuk hingga ke ruangan tidur rumah warga.

Kamil, seorang warga Kelurahan Tunggakjati yang tinggal tepat di depan gudang beras mengaku sejak beberapa bulan terakhir rumahnya seakan-akan diserbu ratusan hingga ribuan kutu beras yang berasal dari gudang beras Bulog di daerahnya.

"Jumlahnya sangat banyak, sudah disapu, ada lagi, ada lagi," katanya pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PM Moldova Mundur Usai Belu...
Rona
Tapir: Hewan Kuno yang Suks...
Di Balik Panen Melimpah Badui, Ada Warisan Bertani yang Terjaga Lintas Generasi

Di Balik Panen Melimpah Badui, Ada Warisan Bertani yang Terjaga Lintas Generasi

04 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.