Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uzbekistan Rehabilitasi 1.200 Korban Depresi Era Soviet

📅 Sabtu, 30 Agu 2025, 21:15 WIB | Oleh:
Uzbekistan Rehabilitasi 1.200 Korban Depresi Era Soviet Doc: AFP

TASHKENT - Lebih dari 1.200 orang yang mengalami represi atau penindasan selama era Soviet telah direhabilitasi di Uzbekistan dalam beberapa tahun terakhir, kata layanan pers Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev pada Jumat.

“Presiden menekankan bahwa banyak hal yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir untuk melestarikan ingatan tentang leluhur kita. Lebih dari 1.200 nama orang yang direpresi telah direhabilitasi,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Sejak tahun 2001, tanggal 31 Agustus diperingati di Uzbekistan sebagai Hari Peringatan Korban Represi. Pada Jumat, Presiden Mirziyoyev mengunjungi Monumen untuk Korban Represi di Tashkent.

Surah dan doa dari Al-Qur’an dibacakan untuk mengenang para korban, dan hidangan nasi pilaf disajikan. Dari tahun 1937 hingga 1953, total 100.000 orang direpresi di Uzbekistan, sebanyak 13.000 orang di antaranya dieksekusi.

Pada upacara peringatan tersebut, kepala negara mengatakan bahwa Museum Korban Represi Politik di Tashkent telah direkonstruksi dan dilengkapi dengan ribuan dokumen baru, serta museum serupa sedang dibangun di daerah-daerah.

“Penting untuk menyampaikan sejarah yang ‘hidup’ kepada masyarakat, terutama kepada generasi muda. Sejak tahun lalu, minggu pertama Oktober diperingati sebagai Pekan Peringatan Korban Represi Politik,” kata Mirziyoyev.

“Tahun ini diselenggarakan dalam format Pekan Peringatan dan Pendidikan. Perlu diisi dengan makna yang dalam dan dibuat agar dapat diakses oleh semua orang,” tambahnya.

Sang presiden juga mengatakan bahwa pelajaran khusus di sekolah dan universitas, program televisi, serta kompetisi pemuda perlu diadakan untuk melestarikan ingatan tentang para leluhur mereka.

Pada awal 2021, Mirziyoyev mengeluarkan dekrit yang mengusulkan rehabilitasi korban represi politik yang, karena berbagai alasan, belum direhabilitasi hingga saat ini. Pada 2023, kepala negara itu mengusulkan pemasangan plakat peringatan untuk mengenang para korban represi politik era Soviet. Ant/Sputnik-RIA Novosti/OANA

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.