Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kementerian Haji Harus Fokus Tangani Persoalan Layanan

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 14:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementerian Haji Harus Fokus Tangani Persoalan Layanan Doc: ANTARA
Ket. Ilutrasi : Umat Muslim memadati Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, Kamis (6/6/2024).

MALANG – Pengamat politik dan kebijakan dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang-Jatim Andhyka Muttaqin menegaskan bahwa pembentukan Kementerian Haji dan Umrah harus difokuskan untuk menangani persoalan tata kelola layanan.

"Jika nantinya sudah terbentuk ada beberapa hal yang harus langsung menjadi prioritas, seperti masalah antrean kuota, efisiensi biaya haji yang setiap tahun naik, sampai fasilitas bagi jamaah," kata Andhyka di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (29/8).

Oleh karena itu, Kementerian Haji dan Umrah yang merupakan hasil transformasi dari Badan Penyelenggara (BP) Haji, kata dia, lahir dari urgensi sebuah persoalan yang sudah lama ada.

"Persoalan haji dianggap sangat kompleks, bisa jadi kementerian ini dipandang sebagai suatu kebutuhan mendesak," ujarnya. 

Pemerintah juga harus bisa memaksimalkan keberadaan Kementerian Haji dan Umrah dalam urusan diplomasi dengan Arab Saudi menyangkut negosiasi kuota, akomodasi, transportasi, dan keamanan jamaah Indonesia.

"Itu harus dilakukan secara lebih profesional dan terkoordinasi karena akan menjadi langkah strategis dalam menyelesaikan masalah klasik yang bertahun-tahun ada," ucapnya.

Andhyka menyatakan dengan adanya kementerian yang langsung membidangi urusan haji dan juga umrah, diharapkannya mampu memutus rantai masalah menahun yang belum terselesaikan.

"Tantangan sebenarnya ada pada bagaimana kementerian tersebut menawarkan solusi nyata, bukan sekadar menambah gedung dan pejabat baru," ujarnya.

Selain itu, dia mengingatkan agar kementerian baru itu dapat mengelola dana haji dengan akuntabel dan transparan.

"Supaya tidak ada penyalahgunaan," kata dia. 

Pemerintah dimintanya supaya benar-benar mengawasi masa transisi dari BP Haji ke Kementerian Haji dan Umrah, khususnya pengalokasian anggaran.

"Artinya, tidak sepenuhnya menambah anggaran baru tapi memindahkan struktur. Untuk tambahan anggaran pasti ada, nah di sini penting memastikan tidak sampai membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN)," tuturnya.

Diharapkan rencana dibentuknya Kementerian Haji dan Umrah menjadi momentum perbaikan pelayanan kepada para calon jamaah haji maupun umrah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Linda Noskova Tebar Ancaman...
Ekonomi
Pertumbuhan ekosistem ekono...
Nasional
Sidang perdana Bupati Pati ...
Daerah
Mengisi libur sekolah denga...

Target pengembangan florikultura

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Target pengembangan floriku...
Ekonomi
Edukasi literasi keuangan B...

Pasar Kangen Taman Budaya

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pasar Kangen Taman Budaya
Megapolitan
Program Wisata Gratis Ramai...
Ekonomi
Libur Sekolah, Masyarakat N...
Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Kegiatan MPLS Harus Bebas Perundungan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.