Kementerian Haji Harus Fokus Tangani Persoalan Layanan
📅 Jumat, 29 Agu 2025, 14:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
MALANG – Pengamat politik dan kebijakan dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang-Jatim Andhyka Muttaqin menegaskan bahwa pembentukan Kementerian Haji dan Umrah harus difokuskan untuk menangani persoalan tata kelola layanan.
"Jika nantinya sudah terbentuk ada beberapa hal yang harus langsung menjadi prioritas, seperti masalah antrean kuota, efisiensi biaya haji yang setiap tahun naik, sampai fasilitas bagi jamaah," kata Andhyka di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (29/8).
Oleh karena itu, Kementerian Haji dan Umrah yang merupakan hasil transformasi dari Badan Penyelenggara (BP) Haji, kata dia, lahir dari urgensi sebuah persoalan yang sudah lama ada.
"Persoalan haji dianggap sangat kompleks, bisa jadi kementerian ini dipandang sebagai suatu kebutuhan mendesak," ujarnya.
Pemerintah juga harus bisa memaksimalkan keberadaan Kementerian Haji dan Umrah dalam urusan diplomasi dengan Arab Saudi menyangkut negosiasi kuota, akomodasi, transportasi, dan keamanan jamaah Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Itu harus dilakukan secara lebih profesional dan terkoordinasi karena akan menjadi langkah strategis dalam menyelesaikan masalah klasik yang bertahun-tahun ada," ucapnya.
Andhyka menyatakan dengan adanya kementerian yang langsung membidangi urusan haji dan juga umrah, diharapkannya mampu memutus rantai masalah menahun yang belum terselesaikan.
"Tantangan sebenarnya ada pada bagaimana kementerian tersebut menawarkan solusi nyata, bukan sekadar menambah gedung dan pejabat baru," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, dia mengingatkan agar kementerian baru itu dapat mengelola dana haji dengan akuntabel dan transparan.
"Supaya tidak ada penyalahgunaan," kata dia.
Pemerintah dimintanya supaya benar-benar mengawasi masa transisi dari BP Haji ke Kementerian Haji dan Umrah, khususnya pengalokasian anggaran.
"Artinya, tidak sepenuhnya menambah anggaran baru tapi memindahkan struktur. Untuk tambahan anggaran pasti ada, nah di sini penting memastikan tidak sampai membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN)," tuturnya.
Diharapkan rencana dibentuknya Kementerian Haji dan Umrah menjadi momentum perbaikan pelayanan kepada para calon jamaah haji maupun umrah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!