Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebijakan Pemberasan Setengah Hati, Pasar Jadi Taruhan

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kebijakan Pemberasan Setengah Hati, Pasar Jadi Taruhan Doc: antara
Ket. Tata Kelola Pangan - Konsumsi Beras Nasional Sekitar 2,6 Juta Ton per Bulan

JAKARTA – Ombudsman RI menegaskan kebijakan perberasan nasional saat ini belum stabil dan berdampak pada kenaikan harga beras, pelambatan penyaluran stok, serta ketidakpastian bagi pelaku usaha. Karenanya, pemerintah didesak segera menata kebijakan agar masyarakat tetap mendapat akses pangan dengan harga wajar.

Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika mengungkapkan dari catatan Badan Pangan Nasional (Bapanas), stok beras pada Juli 2025 mencapai 4,2 juta ton atau jumlah tertinggi sepanjang sejarah. Sebagai perbandingan, pada 1984 dan 1997 stok tertinggi hanya sekitar 3 juta ton.

Menurutnya, angka tersebut memang terlihat baik, namun stok besar belum tentu aman jika tidak dikelola dengan hati-hati. Dia menegaskan swasembada bukanlah capaian sesaat, melainkan keberlanjutan

"Jika stok itu gambaran swasembada maka concern (perhatian) Ombudsman bukan swasembada di satu titik melainkan swasembada berkelanjutan. Apa artinya kita merayakan swasembada tapi akhirnya mengimpor lagi. Itulah perlunya membuat kebijakan yang lebih terencana dengan baik sehingga target swasembada diterapkan dengan tujuan sebenarnya," ucap Yeka dalam diskusi pemberasan di Jakarta, Selasa (26/8).

Yeka menjelaskan kebijakan any quality dengan harga gabah 6.500 rupiah per kilogram (kg) dan penumpukan stok di Bulog sempat meningkatkan Nilai Tukar Petani Beras (NTPb) hingga 120. Namun pasca kebijakan tersebut, harga gabah melonjak ke 7.500-8.000 rupiah per kg dan harga beras melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dirinya menyebut masa panen raya sudah lewat, tetapi stok pemerintah hingga Juli belum optimal dilepas ke pasar sehingga memperburuk kelangkaan. Situasi juga diperparah oleh sulitnya penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

Aturan yang ketat dan ancaman pidana membuat pelaku usaha enggan terlibat distribusi. Beberapa distributor bahkan diproses hukum akibat perbedaan persentase broken beras dengan label kemasan. Sementara itu, penggilingan beras tidak memperoleh margin usaha karena HET belum disesuaikan dengan ongkos produksi.

"Saya melihat HET perlu diformulasikan lagi, apakah tepat pelaku usaha dibebankan dengan HET. Sebagian besar pengamat melihat bahwa HET untuk swasta sebaiknya dilepas saja. Jadi ada paradoks apakah betul HET ini mensejahterakan masyarakat," kata Yeka.

Berdasarkan data Bapanas, konsumsi beras nasional sekitar 2,6 juta ton per bulan. Stok masyarakat rata-rata hanya 4 juta ton (per Desember 2023). Jika suplai pemerintah tersendat, stok hanya mampu bertahan sekitar 1,6 bulan.

Hingga Juli 2025, penyaluran beras SPHP baru 236.128 ton (data Bulog), jauh di bawah kebutuhan. Produksi beras komersial pun terhambat kebijakan HET. Belakangan, pemerintah juga meminta produsen dan distributor menandatangani surat komitmen membeli Gabah Kering Panen 6.500 rupiah/ kg dan menjual beras sesuai HET.

Harga Turun

Pada kesempatan terpisah, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan, berdasarkan laporan Bapanas dan hasil pemantauan lapangan, harga beras saat ini menunjukkan tren penurunan.

“Sesuai hasil Bapanas dan pengamatan lapangan, sekarang ini harga beras sudah berangsur-angsur turun. Kita terus melakukan operasi pasar besar-besaran berkelanjutan sampai Desember,” terangnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.