Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DLH Belitung Menerapkan Sistem Pengolahan Sampah Terpadu

📅 Sabtu, 15 Mar 2025, 14:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
DLH Belitung Menerapkan Sistem Pengolahan Sampah Terpadu Doc: ANTARA
Ket. Tumpukan sampah di TPA Gunung Sadai Belitung sebelum dilakukan pengolahan, Sabtu 15/3.

TANJUNGPANDAN– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,  menerapkan sistem pengolahan sampah terpadu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Sadai, guna menangani sampah secara komprehensif.

"Kami akan mengalihkan pengolahan sampah di TPA Gunung Sadai dari sistem pembuangan menjadi sistem terpadu," Kata Kepala DLH Belitung, Yasa di Tanjungpandan, Sabtu (15/3).

Ia mengatakan, pengalihan sistem pengolahan sampah dari sistem pembuangan terbuka ke sistem terpadu karena pertimbangan aturan yang mendapat peringatan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

"TPA Gunung Sadai Belitung masuk dalam daftar 306 kabupaten dan provinsi di Indonesia yang mendapatkan peringatan dari Kementerian Lingkungan Hidup karena pengolahan sampah di TPA masih menggunakan sistem pembuangan terbuka," ujarnya.

Dia mengatakan, Kementerian Lingkungan Hidup sekarang menetapkan larangan pengolahan sampah di tempat pembuangan akhir dengan sistem pembuangan terbuka karena sistem pengolahan ini berpotensi menyebabkan berbagai masalah lingkungan mulai dari pencemaran udara, pencemaran air tanah, hingga merusak ekosistem lokal.

"Peta jalan atau rencana penerapan sistem pengolahan sampah terpadu di TPA Gunung Sadai sudah ditandatangani oleh Bupati Belitung dan diserahkan atau disampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Jakarta," jelas dia.

Ia mengatakan, untuk jangka dekat sebelum diterapkan sistem pengolahan sampah terpadu, sampah di Gunung Sadai akan ditutup dan diratakan dengan tanah atau pasir.

"Pengolahan sampah terpadu adalah mengolah sampah yang dimulai dari hulu yang telah dipisahkan dari sumbernya sampai pengolahan di hilirnya atau tempat pembuangan akhir dengan menggunakan alat dan teknologi yang canggih," katanya.

Menurutnya, konsep pengolahan sampah terpadu adalah dari hulu sampai ke hilir, sehingga di hulunya atau awal sampah itu sudah dipisahkan.

Yasa mengakui saat ini banyak masyarakat di Belitung yang membuang sampah masih dengan cara dicampur atau tidak dipisahkan terlebih dahulu antara sampah organik dan anorganik.

"Ke depan cara ini tidak boleh lagi dilakukan dan sudah seharusnya masyarakat mulai memilah dan memisahkan sampah dari rumah masing-masing sebelum dibuang ke TPA," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.