Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov DKI: Sekolah Swasta Gratis Harus Selaras dengan Kapasitas Sekolah Negeri

📅 Kamis, 14 Agu 2025, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov DKI: Sekolah Swasta Gratis Harus Selaras dengan Kapasitas Sekolah Negeri Doc: Antara
Ket. Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim mengunjungi anak-anak yang putus sekolah di RW 06 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (14/8).

Jakarta - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyesuaikan program sekolah swasta gratis dengan kecukupan sekolah negeri di wilayah tertentu.

Menurut dia, sekolah swasta gratis yang ditempatkan di wilayah yang tepat dapat menanggulangi masalah anak-anak putus sekolah apabila sekolah negeri di wilayah tersebut sudah penuh.

"Harusnya Pemprov DKI meriset dulu, ini daerah penduduk banyak enggak? Harus disesuaikan dengan kecukupan sekolah negeri agar tidak terlalu banyak anak-anak yang putus sekolah, tidak mendapatkan peluang untuk bisa sekolah di swasta gratis," kata Lukman.

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi anak-anak yang putus sekolah di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (14/8).

Lukman menyebutkan bahwa pihaknya mendapat laporan adanya 48 anak yang putus sekolah di tiga wilayah, yakni Kelurahan Duri Kosambi, Semanan dan Tegal Alur.

"Di tiga kelurahan itu kan belum, enggak ada sekolah swasta gratis. Jadi kalau sekolah negeri penuh, ada kemungkinan mereka berhenti sekolah.

Hal itu juga bisa jadi faktor putus sekolah. "Yang ada swasta gratis itu kan di Rawa Buaya," kata Lukman.

Lukman pun menyayangkan anak-anak yang putus sekolah tersebut. Padahal dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus cukup besar untuk menyokong biaya sekolah anak-anak tersebut.

"Bantuan dari pemerintah berupa KJP juga belum mereka dapatkan. Anggaran pendidikan di tahun 2026 itu kalau tidak keliru, subsidi KJP itu lebih kurang sekitar Rp3,4 triliun" kata Lukman.

Kendati demikian, kata Lukman, Pemprov DKI melalui Dinas Pendidikan sudah menempatkan beberapa anak yang putus sekolah itu ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) 07 Cengkareng.

"Tetapi, terima kasih juga kepada pemprov sudah menanggapi cepat. Ada beberapa anak yang sudah sekolah," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan sebanyak 258 sekolah swasta gratis di Kota Jakarta pada 2026.

“Rencananya, 258 sekolah (swasta gratis) untuk 2026,” kata Wakil Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Sarjoko di Jakarta, Rabu (13/8).

Dia menjelaskan saat ini sebanyak 40 sekolah swasta di Jakarta sudah menerapkan program sekolah swasta gratis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Prancis Tiba-tiba Perketat ...
Daerah
Kirab Saparan Gunungan Apem...
Nasional
Perawatan lokomotif tertua ...

Festival buah dan bunga di Karo

6 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Festival buah dan bunga di ...
Nasional
Pemeriksaan kesehatan grati...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
    Ini Dia Cara menutup,menonaktifkan kartu kredit BNI? Untuk ...
    Untuk menutup kartu kredit Bank BNI Hubungi BNICall ...
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...

Event Akhir Pekan di Jakarta 1-2 Agustus: Dari Brightspot hingga JSD Blok M Fest

Event Akhir Pekan di Jakarta 1-2 Agustus: Dari Brightspot hingga JSD Blok M Fest

31 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.