Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IMF Perkirakan 12 Negara akan Ajukan Pinjaman Hadapi Krisis Energi Global

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 19:30 WIB | Oleh:
IMF Perkirakan 12 Negara akan Ajukan Pinjaman Hadapi Krisis Energi Global Doc: X - Kristalina Georgieva
Ket. Kepala Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva

WASHINGTON DC — Dana Moneter Indonesia (IMF) memperkirakan sedikitnya 12 negara akan mengajukan pinjaman baru untuk menghadapi dampak perang di Timur Tengah. Pinjaman tersebut dibutuhkan untuk mengatasi lonjakan harga energi global serta gangguan rantai pasok yang semakin meluas.

Melansir dari kantor berita Reuters, Kamis (16/4), kondisi ini termasuk dampak yang dirasakan di sejumlah negara Afrika Sub-Sahara. Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, menyampaikan bahwa penutupan Selat Hormuz akan memperburuk krisis pasokan global.

Hal tersebut diperkirakan terjadi bahkan jika konflik berakhir dalam waktu dekat. Ia menegaskan bahwa dampak gangguan pengiriman kapal tanker tetap akan terasa karena proses distribusi membutuhkan waktu lama.

IMF memperkirakan kebutuhan bantuan global dapat mencapai 20 hingga 50 miliar dollar AS (Rp342,8 – Rp857,1 triliun). Bantuan tersebut dapat berupa pinjaman baru maupun penambahan program pembiayaan yang sudah ada.

Namun lembaga tersebut belum menyebut negara mana saja yang telah mengajukan permintaan, meskipun jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah. Georgieva juga menyoroti bahwa negara-negara Asia menjadi pihak yang paling terdampak.

Hal tersebut karena ketergantungan mereka pada pasokan energi dan bahan baku dari kawasan Teluk. IMF memperingatkan bahwa kondisi ini dapat terus menekan ekonomi global dalam beberapa waktu ke depan.

Dalam proyeksi terbarunya, IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1 persen pada 2026. Dalam skenario yang lebih buruk, angka tersebut dapat turun lebih lanjut menjadi 2,5 persen.

Bahkan dalam kondisi terparah, pertumbuhan global bisa turun hingga 2 persen dan mendekati resesi dunia. Di tengah kondisi tersebut, IMF menyarankan negara-negara untuk melakukan penghematan energi.

IMF juga menyarankan negara-negara untuk menghindari subsidi BBM luas karena dinilai dapat memperburuk inflasi. Bank sentral juga diminta tetap waspada terhadap risiko inflasi meski tidak perlu terburu-buru memperketat kebijakan moneter.

Selain itu, IMF memperingatkan bahwa gangguan pasokan pupuk dapat memperburuk krisis pangan global. Negara berpendapatan rendah disebut menjadi kelompok yang paling rentan karena sebagian besar pengeluaran mereka dialokasikan untuk kebutuhan pangan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Sandy Walsh Mengaku Dapat Beradaptasi dengan Baik

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Olahraga
Sandy Walsh Mengaku Dapat B...
Olahraga
Gelandang Curtis Jones Resm...
Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.