Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menuju Swasembada Beras, Jambi Tambah Ribuan Hektare Sawah Baru pada 2026

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 06:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menuju Swasembada Beras, Jambi Tambah Ribuan Hektare Sawah Baru pada 2026 Doc: Antara
Ket. Gubernur Al Haris optimis Jambi mampu mewujudkan swasembada pangan. Pernyataan itu disampaikan saat mendampingi kunjungan Wamentan Sudaryono di Kabupaten Batang Hari, Selasa (21/4).

Batang Hari, Jambi - Gubernur Jambi Al Haris optimistis melalui kerja kolaborasi semua pihak, produksi padi di wilayahnya mampu mencapai swasembada beras untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal secara mandiri.

Saat ini, Provinsi Jambi baru mampu memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan pangan masyarakat, kata Gubernur Jambi Al Haris saat kegiatan tanam padi program cetak sawah rakyat bersama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono di Kabupaten Batang Hari, Jambi, Selasa (21/4).

"Masih ada kekurangan kebutuhan produksi sekitar 29 persen untuk menuju swasembada. Diyakini bisa tertutupi dengan penambahan luas lahan dari program cetak sawah," ujarnya.

Berdasarkan data, sepanjang 2025, capaian luas lahan yang berhasil direalisasikan adalah seluas 1.469,51 hektare. Pada 2026 pemerintah berencana menambah luas lahan program cetak sawah sebesar 1.009,32 hektare.

Program pembukaan lahan pertanian tersebut menyasar Kabupaten Bungo, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Kerinci dan Batang Hari. 

Gubernur memastikan pihaknya siap menindaklanjuti arahan terkait pengelolaan lahan cetak sawah baru hingga optimalisasi musim tanam. 

Menurutnya, momentum musim tanam harus dimanfaatkan dengan baik, di tengah faktor cuaca yang tidak bisa dikendalikan.

"Kita tidak bisa hanya bergantung pada satu pihak. Semua harus bergerak bersama, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Ini kerja bersama untuk memastikan ketahanan pangan kita tetap terjaga," tegas Al Haris.

Gubernur turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian yang telah menyediakan benih dan pupuk bersubsidi yang cukup bagi petani, karena sangat membantu dalam meningkatkan produksi.

Dalam kesempatan yang sama, Wamentan Sudaryono dalam arahannya mengingatkan petani segera mempercepat musim tanam, karena momentum ini tidak boleh disia-siakan.

Ia menekan, bahwa air menjadi faktor utama yang ketersediaannya tergantung pada alam, tidak bisa disediakan oleh pemerintah.

"Kalau benih padi bisa kita berikan gratis, pupuk juga bisa disubsidi dengan harga lebih murah. Tapi air tidak bisa kita adakan, hujan tidak bisa kita ciptakan," katanya. 

Ia mengimbau para petani harus memanfaatkan jadwal musim tanam yang telah dipaparkan oleh BMKG. Termasuk mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bergerak cepat mendorong petani turun ke sawah. 

"Tanam saat masih ada turun hujan ini, mumpung masih ada air. Karena dengan menanam hari ini, kita akan lebih cepat panen," imbaunya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.