Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menhan Hegseth Umumkan Pemangkasan 20% Jenderal dan Perwira Militer AS

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 12:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menhan Hegseth Umumkan Pemangkasan 20% Jenderal dan Perwira Militer AS Doc: AP
Ket. Menhan Hegseth berpidato di hadapan para perwira junior dan personel militer berpangkat rendah di pangkalan militer Quantico, 30 September 2026.

WASHINGTON - Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan, Rabu (30/9), Amerika Serikat telah mengurangi jumlah jenderal dan laksamana sebanyak 20 persen, sebuah langkah yang menurutnya bertujuan untuk "akuntabilitas."

Hegseth menyatakan pemangkasan tersebut menargetkan para perwira yang gagal mendukung upayanya untuk memastikan militer fokus pada peperangan daripada kebijakan "woke" dari pemerintahan sebelumnya. Ia menggambarkan pengurangan tersebut sebagai sebuah "pencapaian."

"Para ahli statistik mengatakan kami memecat 10 persen jenderal dan laksamana di seluruh angkatan bersenjata," kata Hegseth kepada pasukan di pangkalan militer Quantico. "Kami juga mengurangi jumlah keseluruhan posisi perwira jenderal sebesar 10 persen."

"Jadi ya, pengurangan 20 persen di semua lini," katanya. "Media menyebutnya pembersihan. Saya menyebutnya akuntabilitas, dan sudah lama tertunda."

Pidato kepada para perwira junior dan personel militer berpangkat rendah di Quantico tersebut disampaikan setahun setelah pidato serupa kepada para perwira tinggi. Saat itu Hegseth mengatakan militer AS terlalu gemuk, terlalu fokus pada ide-ide "woke" sayap kiri, dan membutuhkan perubahan besar.

Para hari Rabu, ia mengatakan para perwira tinggi yang "merespons secara positif" pidato sebelumnya "memimpin formasi yang lebih fokus, lebih berdaya, dan lebih disiplin," sementara mereka yang tidak "tidak lagi bekerja di sini."

"Kami bukan lagi departemen yang terlalu progresif, atau departemen yang lemah," kata Hegseth.

"Terjemahan sederhananya: tidak ada orang gemuk, tidak ada transgender, tidak ada orang berjenggot, tidak ada orang aneh, tidak ada orang lemah, tidak ada radikal. Hanya para pejuang -- hanya pasukan yang tangguh, siap, dan berkomitmen."

Hegseth memerintahkan pemangkasan besar-besaran terhadap militer AS -- termasuk pengurangan 10 persen dari jumlah jenderal dan laksamana secara keseluruhan, dan penurunan 20 persen pada pangkat bintang empat tertinggi -- pada Mei 2025.

Terdapat 831 jenderal dan laksamana AS yang bertugas aktif hingga akhir bulan itu, tetapi angka Pentagon dari akhir Juli 2026 -- data terbaru yang tersedia -- menunjukkan bahwa sebenarnya ada lebih banyak perwira tinggi -- totalnya 851.

Ketika diminta mengklarifikasi apakah pemotongan 20 persen tersebut telah selesai atau masih berlangsung, Pentagon menjawab: "Kami tidak memiliki informasi lebih lanjut untuk disampaikan selain komentar dari menteri."

Selama sidang konfirmasinya pada Januari 2025, Hegseth berpendapat bahwa birokrasi Pentagon terlalu besar dan perlu dipangkas.

"Tugas saya, bekerja sama dengan orang-orang yang kami pekerjakan dan mereka yang berada di dalam pemerintahan, adalah mengidentifikasi area-area di mana pengeluaran dapat dipangkas, sehingga dapat dialokasikan untuk meningkatkan efektivitas," katanya kepada para anggota parlemen saat itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.