Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nihayatul Wafiroh Kecam Dugaan Intimidasi Dokter Icha oleh Dua Anggota DPRD TTU.

📅 Minggu, 28 Jun 2026, 11:43 WIB | Oleh:
Nihayatul Wafiroh Kecam Dugaan Intimidasi Dokter Icha oleh Dua Anggota DPRD TTU. Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengecam keras dugaan intimidasi yang dilakukan dua orang anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, berinisial NT dan TL terhadap dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dokter Icha.

"Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan jabatan atau kekuasaan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku," ujar legislator yang akrab disapa Ninik, dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Selain itu, Ninik mengatakan tindakan intimidatif terhadap tenaga kesehatan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun, termasuk terhadap dokter Icha yang diduga mendapatkan intimidasi saat menangani pasien anak yang menjadi korban gigitan ular di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Timor Tengah Utara, pada 13 Juni 2026.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan tenaga kesehatan dapat bekerja dengan aman dan tanpa tekanan maupun intimidasi," kata legislator bidang kesehatan tersebut.

Dia menyatakan berbelasungkawa yang mendalam atas meninggalnya dokter Icha dan berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dugaan intimidasi tersebut secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

Sebelumnya, beredar informasi di media sosial, seperti X, bahwa dokter Icha menangani seorang pasien anak yang menjadi korban gigitan ular di RS Leona Kefamenanu, Timor Tengah Utara.

Dalam penanganan terhadap pasien, diduga dokter Icha mendapat intimidasi dari Norbertus Tubani dan Therensius Lazakar selaku keluarga pasien.

Peristiwa tersebut diduga menjadi trauma bagi dokter Icha sehingga dokter tersebut harus menjalani perawatan intensif. Pada 26 Juni 2026, dokter Icha dikabarkan meninggal dunia.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman menyatakan Kemenkes menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya dokter Icha dan merespons dengan melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan intimidasi yang dialami almarhumah.

Aji mengatakan Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Inspektorat Jenderal Kemenkes saat ini sedang dalam proses menangani kasus ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...

Banjir Bandang Melanda Solok

1 jam lalu | Fajar Alim M

Daerah
Banjir Bandang Melanda Solok
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.