25 Perusahaan Ingin Ambil Bagian dalam Program MBG
📅 Selasa, 12 Agu 2025, 02:56 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
MANOKWARI – Ternyata swasta berminat juga terlibat dalam program makan gratis. Ini setidaknya ada 25 perusahaan yang telah mengajukan permohonan untuk menjadi pengelola dapur sehat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Wakil Bupati Manokwari Mugiyono di Manokwari, Senin, mengatakan banyaknya perusahaan yang mendaftar ke BGN tersebut menunjukkan Program MBG memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi daerah.
“Minat swasta untuk mengelola dapur sehat MBG sangat tinggi. Ada 25 perusahaan yang sudah mendaftar langsung ke BGN pusat. Mereka masuk daftar tunggu untuk bisa beroperasi," ujarnya.
Menurutnya, pendirian dapur sehat MBG swasta di daerah hingga kini masih ditangani langsung oleh BGN tanpa melibatkan pemerintah daerah. Namun, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Pemkab Manokwari perlu menunjuk satu penanggung jawab (PIC) sebagai koordinator dapur sehat di Manokwari.
Penunjukan PIC akan memudahkan pengawasan operasional dapur sehat, sehingga pemerintah daerah dapat mengontrol kualitas makanan, memastikan kelayakan konsumsi, dan mencegah potensi keracunan. PIC tersebut, lanjutnya, akan ditetapkan melalui surat keputusan bupati guna menangani hal teknis dan memastikan standar layanan dapur sehat MBG.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Berdasarkan hasil rapat koordinasi kepala daerah dengan BGN di Bogor beberapa waktu lalu, kami mendapat instruksi untuk menunjuk PIC yang jadi koordinator dengan seluruh dapur sehat MBG swasta," kata Mugiyono.
Dia menjelaskan Manokwari membutuhkan setidaknya 19 dapur sehat MBG swasta. Namun saat ini baru delapan unit yang beroperasi, ditambah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Kodim 1801/Manokwari.
BGN, kata dia, juga sedang menyiapkan pembangunan tiga dapur SPPG tambahan di Manokwari untuk memperluas jangkauan pelayanan Program MBG.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, telah ditemukan belatung dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Klamasen, Sorong, Papua Barat Daya. Makanan berbelatung itu didistribusikan pada hari Jumat (8/8).
Badan Gizi Nasional (BGN) kini tengah menginvestigasi dan mengecek mendalam terkait temuan belatung tersebut. Yah ini mah bukan tambah sehat, malah bisa sakit. BGN dan seluruh petugas SPPG Klamasen mohon maaf kepada seluruh pihak yang terdampak. Dengan adanya insiden tersebut BGN terus berkomitmen untuk mengambil langkah tegas dan memantau SPPG terkait.
Kepala SPPG Klamasen Rizky Irana dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyebut telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pedoman yang berlaku dalam pengadaan paket MBG setiap harinya. Lalu kenapa ada belatung ya?
"Kami telah melakukan seluruh tahap mulai dari persiapan bahan baku, proses pemasakan dan penyajian sesuai porsi, hingga distribusi makanan sesuai SOP yang berlaku di BGN," ujar Rizky.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!