Guru Menghilang, Murid Terlantar! SD di Sumut Bikin Geger, Warga Desak Sekolah Ditutup!
📅 Kamis, 31 Jul 2025, 16:20 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Istimewa
JAKARTA - Jagat maya kembali dihebohkan dengan video viral dari rekaman berdurasi dua menit tujuh detik memperlihatkan sekelompok siswa SDN di Desa Satahi Galanggang, Padanglawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, dibiarkan terlantar tanpa satu pun guru yang hadir di sekolah. Anak-anak kecil itu terlihat berdiri berbaris dalam diam, tanpa pendampingan, tanpa arah, seperti ditinggalkan.
Video tersebut pertama kali diunggah akun TikTok @jerman timur dan langsung menyebar luas hingga ke Instagram, termasuk oleh akun @medankinian.
Dalam video itu, terdengar suara seorang pria yang menyayangkan kondisi sekolah yang konon sering kosong dari tenaga pengajar. Ia bahkan mengklaim jam belajar berlangsung dari awal hingga akhir tanpa kehadiran guru.
Tak tanggung-tanggung, pria tersebut mendesak Bupati Paluta dan Dinas Pendidikan untuk segera turun tangan, bahkan menyarankan agar sekolah itu ditutup saja jika masalahnya terus berulang. Suaranya menggema sebagai bentuk kekecewaan banyak orang tua murid yang merasa pendidikan anak-anak mereka diabaikan.
“Masalah ini sudah sering dilaporkan, tapi tidak pernah ditindak. Kalau terus seperti ini, lebih baik sekolahnya ditutup!” tegas pria itu dalam video.
Menanggapi kegaduhan yang meluas, Inspektorat Daerah dan Dinas Pendidikan Paluta langsung bergerak cepat. Kepala Sekolah SDN 101290 Satahi Galanggang resmi dipanggil untuk dimintai klarifikasi. Hal ini dibenarkan oleh Plt Kepala Dinas Kominfo Paluta, Julpikar Harahap.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Benar, kami sudah memanggil pihak sekolah untuk dimintai keterangan. Proses pemeriksaan internal sedang berlangsung,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).
Menurut Julpikar, tim sedang mengecek keaslian video dan waktu pengambilan rekaman, karena objektivitas informasi sangat penting. Bupati Resky Basyah Harahap pun menginstruksikan investigasi menyeluruh demi mengungkap kebenaran.
Tak hanya memeriksa kepala sekolah, pihak berwenang juga sedang menelusuri siapa pengunggah awal video tersebut untuk memastikan keabsahan situasi yang ditampilkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Publik sudah telanjur kecewa. Pendidikan yang seharusnya menjadi hak anak-anak, kini justru dipertontonkan sebagai kelalaian yang mengiris hati.
Apakah ini hanya kelalaian sesaat, atau justru potret buram sistem pendidikan di daerah terpencil? Warga butuh bukti nyata, bukan janji kosong.
Pemerintah dituntut bertindak cepat dan tegas agar tragedi serupa tak terulang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!