Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Terkecoh Hujan Ringan, Kemarau Masih Panjang

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 12:30 WIB | Oleh:
Jangan Terkecoh Hujan Ringan, Kemarau Masih Panjang Doc: ant
Ket. masih kemarau

JAKARTA – Masyarakat diingatkan jangan tercekok adanya hujan rintik di beberapa tempat. Itu tidak menandakan berakhirnya musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tidak terkecoh dengan hujan ringan yang turun dalam beberapa hari terakhir hingga beberapa hari ke depan mengingat saat ini masih fase musim kemarau.

Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Ari Wibianto mengatakan hujan ringan yang turun di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan pertanda peralihan musim.

"Hujan ringan di beberapa wilayah NTB akhir-akhir ini disebabkan anomali suhu muka laut yang menyebabkan peningkatan potensi penguapan. Hal itu menyebabkan adanya pembentukan awan," ucapnya di Mataram, NTB, Jumat.

Ari menuturkan hujan ringan saat musim kemarau adalah fenomena yang normal, sehingga masyarakat perlu memahami indikator pergantian musim agar tidak salah menafsirkan kondisi cuaca.

Indikator pertama yang menandakan saat ini masih musim kemarau berupa hujan yang turun umumnya hanya berlangsung selama satu hingga dua hari, kemudian diikuti beberapa hari tanpa hujan.

Kedua, arah angin masih didominasi dari timur hingga tenggara. Pola tersebut menandakan Monsun Australia masih aktif dan menjadi indikator bahwa musim kemarau masih berlangsung.

Indikator ketiga adalah kelembapan udara masih cenderung rendah atau kering. Selain itu, suhu udara relatif panas pada siang hari, sedangkan malam hingga dini hari terasa lebih dingin akibat minimnya tutupan awan.

Ari menegaskan kondisi atmosfer secara umum masih menunjukkan bahwa Nusa Tenggara Barat berada dalam musim kemarau. Puncak kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus 2026.

"Fenomena hujan ringan pada musim kemarau merupakan fenomena yang wajar terjadi karena musim kemarau bukan berarti selalu tidak memiliki hari tanpa hujan," pungkas dia.

Pada 23-29 Juli 2026, BMKG memprakirakan cuaca secara umum cerah hingga hujan ringan di wilayah Nusa Tenggara Barat dengan suhu udara rentang 18 sampai 33 derajat Celcius.

Angin permukaan bertiup dengan variasi arah dominan tenggara hingga selatan dengan kecepatan maksimum 40 sampai 45 kilometer per jam.

BMKG imbau masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, maupun pemukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Jeda Internasional Dimanfaatkan PSIM untuk Berbenah Diri

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...

Formula 1 Pangkas Jarak Balapan Mulai 2027

26 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Formula 1 Pangkas Jarak Bal...

Antikorupsi Diedukasikan kepada para Aparatur Desa Bogor

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Antikorupsi Diedukasikan ke...

Mbappe Terus Tunjukkan Keyakinan Raih Ballon d'Or 2026

46 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Mbappe Terus Tunjukkan Keya...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.