Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anak-anak yang Dilayani dengan Baik Bisa Jadi Tolok Ukur Sukses Layanan Publik

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 12:38 WIB | Oleh:
Anak-anak yang Dilayani dengan Baik Bisa Jadi Tolok Ukur Sukses Layanan Publik Doc: ist
Ket. layanan anak

JAKARTA – Pertinggi layanan untuk anak-anak karena itu bisa menjadi cermin kesuksesan pelayanan publik secara keseluruhan. Ombudsman RI (ORI) menegaskan pemenuhan hak anak atas layanan dasar pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial menjadi indikator utama keberhasilan pelayanan publik.

Anggota Ombudsman RI Nuzran Joher mengatakan berbagai laporan yang diterima Ombudsman RI dalam tiga tahun terakhir menunjukkan masih adanya tantangan dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh pelayanan publik yang aman, inklusif, dan bebas dari malaadministrasi.

"Pelayanan publik yang berkualitas bagi anak merupakan kewajiban negara. Setiap anak berhak memperoleh pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan sosial yang dapat diakses secara adil dan tanpa diskriminasi," kata Nuzran saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Karena itu, Ombudsman RI akan terus mengawal agar hak-hak anak dapat dipenuhi melalui penyelenggaraan pelayanan publik yang bebas dari malaadministrasi.

Memperingati Hari Anak Nasional Ke-42 Tahun 2026, Ombudsman RI mengingatkan pemenuhan hak anak atas pelayanan publik yang berkualitas masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Negara mendefinisikan anak sebagai setiap individu yang berusia di bawah 18 tahun.

Sepanjang tahun 2024–2026, ORI menerima 2.186 laporan masyarakat berkaitan dengan pelayanan publik bagi anak, yang didominasi 2.184 laporan pada sektor pendidikan.

Dalam pelayanan sektor pendidikan, misalnya, Nuzran mengungkapkan isu yang paling banyak diadukan meliputi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)/Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebanyak 694 laporan, pungutan liar 601 laporan, pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) 413 laporan, Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) 191 laporan, dan Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) 285 laporan.

Berdasarkan hasil pengawasan Ombudsman RI, ia mengatakan berbagai persoalan tersebut masih didominasi oleh dugaan malaadministrasi berupa penyimpangan prosedur, permintaan atau penerimaan imbalan, tidak memberikan pelayanan, kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum, penundaan berlarut, tindakan tidak patut, penyalahgunaan wewenang, tidak kompeten, perbuatan melawan hukum, serta diskriminasi dan konflik kepentingan.

Adapun 10 kantor perwakilan Ombudsman RI dengan jumlah pengaduan tertinggi berada di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Jawa Timur, Sumatera Barat, Jakarta Raya, Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, dan Sulawesi Tenggara.

Dia menambahkan data tersebut membuktikan permasalahan tata kelola pelayanan pendidikan bagi anak terjadi secara masif di berbagai daerah.

"Pelaksanaan SPMB/PPDB menjadi salah satu isu yang paling banyak diadukan masyarakat," tuturnya.

Disebutkan bahwa tren pengaduan SPMB/PPDB mencatatkan 265 laporan pada tahun 2024, 251 laporan pada tahun 2025, dan 178 laporan pada tahun 2026.

Pokok permasalahan yang dilaporkan, kata dia, meliputi sengketa mekanisme seleksi, penetapan kuota peserta didik, kendala sistem pendaftaran daring, perubahan persyaratan secara sepihak, penetapan hasil seleksi yang tidak transparan, hingga penyimpangan dalam pelaksanaan jalur penerimaan peserta didik.

Nuzran menyampaikan bentuk dugaan malaadministrasi yang paling dominan dalam pengaduan SPMB/PPDB berupa penyimpangan prosedur dan tidak memberikan pelayanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

BRIN Siapkan Teknologi Hadapi Karhutla

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BRIN Siapkan Teknologi Hada...

SPOGOMI Dorong Kebiasaan Pilah Sampah dari Ruang Publik

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
SPOGOMI Dorong Kebiasaan Pi...
Megapolitan
Wali Kota Tangerang Sebut K...
Megapolitan
Kemenaker Apresiasi Program...
Luar Negeri
AS Beri Sanksi Ekonomi ke I...
Tim SAR Polda Kalimantan Barat Lakukan Patroli Pembasahan Lahan Terbakar

Tim SAR Polda Kalimantan Barat Lakukan Patroli Pembasahan Lahan Terbakar

25 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.