Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sisi Wisata Kesehatan Belum Digarap Serius  

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 12:42 WIB | Oleh:
Sisi Wisata Kesehatan Belum Digarap Serius    Doc: ist
Ket. pemeriksaan medis

JAKARTA – Ada peluang wisata yang masih bisa dikembangkan dengan baik yaitu wisata Kesehatan. Selama ini sisi tersebut belum digarap serius. Kementerian Pariwisata menyatakan sedang menyusun serta memperkuat strategi bersama lintas sektor dalam mengembangkan wisata kesehatan (health tourism) di Indonesia.

"Kini saatnya memperkuat kolaborasi antara industri pariwisata dan industri kesehatan agar mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung," kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Pembahasan strategi tersebut sudah dilakukan bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), serta perwakilan rumah sakit dalam sebuah pertemuan yang digelar di Jakarta, Rabu (22/7).

Menurut Rizki, tren kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan terus berkembang. Kebutuhan layanan kesehatan tidak hanya berorientasi pada layanan kuratif, tetapi juga mencakup layanan promotif, preventif, dan kebugaran.

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata kebugaran, khususnya di pasar domestik, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan wisata kesehatan sebagai salah satu produk unggulan pariwisata. Sebagai tahap awal, Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Kesehatan, PERSI, dan ARSSI telah melakukan pemetaan rumah sakit yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata kesehatan.

Sebanyak 18 rumah sakit, yang terdiri atas 15 rumah sakit di wilayah Jabodetabek dan tiga rumah sakit di Bali, ditetapkan sebagai proyek percontohan. Beberapa rumah sakit yang masuk dalam proyek percontohan tersebut antara lain RS Pondok Indah, Hermina Kemayoran, BIMC Nusa Dua, Mayapada Lebak Bulus, Siloam Semanggi, RS Pondok Indah Bintaro, dan Siloam Karawaci.

Kedelapan belas rumah sakit tersebut juga akan dimuat dalam katalog wisata kesehatan yang tengah disusun Kementerian Pariwisata dan ditargetkan selesai pada Oktober 2026 sebagai salah satu media promosi layanan wisata kesehatan Indonesia.

Setiap rumah sakit akan melalui proses pemetaan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan profil layanan unggulan hingga penghitungan estimasi paket wisata kesehatan.

Kemudian Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Kesehatan akan melakukan survei lapangan untuk menyusun parameter center of excellence (pusat keunggulan)yang menjadi keunggulan masing-masing rumah sakit.

Seluruh pengembangan wisata kesehatan tidak hanya berfokus pada fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi, juga tentang membangun ekosistem yang terintegrasi dengan berbagai pelaku industri pariwisata.

Kolaborasi akan dilakukan dengan sektor perhotelan, biro perjalanan wisata, agen perjalanan, penyedia transportasi yang ramah bagi pasien, termasuk layanan transportasi dengan fasilitas kursi roda, serta melibatkan perusahaan asuransi dalam dan luar negeri.

"Tahapan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem wisata kesehatan yang terintegrasi melalui kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan, pelaku usaha pariwisata, dan berbagai pemangku kepentingan terkait," kata Rizki.

Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes Yanti Herman menambahkan rumah sakit yang ditetapkan sebagai proyek percontohan akan diminta melakukan penilaian mandiri untuk mengukur tingkat kesiapan dalam mengembangkan layanan wisata medis sekaligus memperkuat komitmen terhadap peningkatan mutu pelayanan yang berorientasi pada pengalaman pasien.

Rumah sakit yang memenuhi kriteria dan berkomitmen dalam pengembangan wisata kesehatan akan memperoleh berbagai bentuk dukungan, antara lain promosi fasilitas pelayanan kesehatan, pelatihan dan pendampingan menuju standar pelayanan internasional, serta berbagai kemudahan fiskal maupun non-fiskal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Perubahan APBD Tahun Ini Ditetapkan

49 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...
Megapolitan
KPK Terus Coba Tuntaskan Ko...
Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...

Formula 1 Pangkas Jarak Balapan Mulai 2027

1 jam lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Formula 1 Pangkas Jarak Bal...
Megapolitan
Antikorupsi Diedukasikan ke...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.