Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Benarkah Pendidikan Jurnalisme Sudah Tak Relevan dengan Perkembangan Media Digital?

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Benarkah Pendidikan Jurnalisme Sudah Tak Relevan dengan Perkembangan Media Digital? Doc: The Conversation
Ket. Cara-cara jurnalisme lama dianggap tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.

Senja Yustitia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Firly Annisa, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Wacana tentang pendidikan jurnalisme yang tak lagi relevan di kampus-kampus—termasuk di Indonesia—dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi dan industri semakin mengemuka.

Kampus dianggap mengajarkan praktik jurnalisme cara lama. Praktik ini menafikan situasi lingkungan digital yang identik dengan kecepatan, kemenarikan, keringkasan serta konten yang dapat dibagikan lintas platform pada media sosial.

Pendidikan jurnalisme saat ini menghadapi tuntutan untuk menghasilkan tenaga kerja siap pakai. Sesuai dengan mekanisme akreditasi program studi yang selalu dikaitkan dengan bagaimana lulusan dapat diserap industri dan persepsi pengguna terhadap kinerja mereka.

Namun, sebagai pengajar media dan jurnalisme, kami percaya bahwa pendidikan jurnalisme seharusnya menghasilkan lulusan yang memberikan warna pada media.

Harapannya, pendidikan dapat mengembalikan esensi jurnalisme pada apa yang khalayak perlu tahu bukan hanya ingin tahu. Terlebih di tengah industri yang semakin kapitalis dan tidak jarang merugikan kepentingan publik.

Tantangan pendidikan jurnalisme

Supaya tetap relevan dengan tantangan media digital, kurikulum pendidikan jurnalisme perlu mempertimbangkan tiga isu utama yakni teknologi, profesi dan produksi.

1. Tantangan teknologi

Praktik jurnalisme menghadapi apa yang disebut “senja kala media”. Ini diawali dengan tutupnya media cetak dan peralihannya ke media online.

Hal ini tidak lepas dari rendahnya keterbacaan konten berita. Turunnya industri penyiaran konvensional tersebut ditandai dengan tutupnya beberapa stasiun televisi yang diikuti dengan layoff besar-besaran.

Sementara itu, berbagai produk media sosial menunjukkan perkembangan pesat, misalnya jumlah podcast yang semakin menjamur. Kehadiran platform media sosial seperti TikTok dan Youtube juga melahirkan produk jurnalisme baru seperti podcast jurnalistik, mobile journalism, dan lain-lain.

Media sosial juga membuat jurnalisme menjadi lebih personal. Media harus berinteraksi dengan audiens melalui kolom komentar, menanggapi pressure dari audiens serta melakukan gimmick agar selalu diingat publiknya. Misalnya dengan memberikan give away ataupun upaya-upaya lain yang digunakan untuk menjaga kedekatan serta interaktivitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.