Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Benarkah Pendidikan Jurnalisme Sudah Tak Relevan dengan Perkembangan Media Digital?

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kehadiran media sosial dan turunannya juga membuat proses produksi newsroom yang bertahap, bertingkat dan formal berubah menjadi lebih singkat dan pendek.

Ringkasnya proses produksi informasi dan berita melalui media sosial membuat populisme makin tumbuh subur karena politisi akan lebih memilih berbicara di podcast daripada harus melewati serangkaian prosedur rumit untuk tampil di media berita konvensional.

Selain itu, merosotnya pembaca dan subscriber membuat perusahaan media harus menyesuaikan dengan gaya audiens.

Analisis Bloomberg tahun 2018 menunjukkan bahwa populasi Gen Z di dunia telah menyalip dominasi milenial. Indonesia Gen Z Report tahun 2024 juga menunjukkan generasi Z merupakan kelompok terbesar setelah milenial.

Artinya, audiens yang mayoritas muda tersebut mengonsumsi informasi melalui media sosial bukan media cetak, elektronik, atau online.

Audiens itu sendiri adalah pelaku desentralisasi informasi karena mampu menghasilkan dan menyebarkan informasi melalui beragam platform media sosial privat.

Akhirnya, bermunculan banyak “media” yang tidak lagi tumbuh melalui organisasi jurnalistik resmi. Media-media tersebut didirikan oleh individu penghasil informasi yang kemudian memformalkan channel-nya menjadi media. Misalnya, membangun institusi media dengan modal subscriber yang telah terbentuk di YouTube channel.

Pendidikan jurnalisme yang relevan

Dalam konteks pendidikan jurnalisme, kampus-kampus perlu memikirkan bagaimana mentransfer pengetahuan kepada mahasiswa tentang idealisme jurnalisme yang tidak harus larut dengan logika industri.

Mahasiswa jurnalisme harus sadar bahwa banyak kelompok yang dimarjinalkan oleh media, isu-isu yang tidak pernah disentuh karena tidak selaras dengan algoritma, ataupun penulisan-penulisan yang dangkal agar ramah SEO.

Mereka juga harus paham bahwa jurnalis perlu dilindungi tidak hanya fisiknya tetapi juga ideologinya. Kehadiran media sosial dalam lingkungan digital terkadang justru kontraproduktif dengan berbagai esensi tersebut.

Tentu, perdebatan tentang bagaimana kurikulum jurnalisme harusnya dikembangkan di kampus-kampus tidak akan pernah tuntas.

Namun, kesadaran bahwa ada banyak ruang abu-abu yang hadir, dapat menjadi alarm bagi semua bahwa mencetak jurnalis yang sadar terhadap esensi jauh lebih penting dari sekadar memenuhi ekspektasi industri.The Conversation

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.