Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat yang Tinggal di Sekitar Lereng Gunung Marapi Diimbau Lebih Waspada

📅 Minggu, 27 Jul 2025, 22:05 WIB | Oleh:
Masyarakat yang Tinggal di Sekitar Lereng Gunung Marapi Diimbau Lebih Waspada Doc: BNPB

JAKARTA - Masyarakat yang bermukim di sekitar lereng Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Hal itu disampaikan Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi. ?

"Saat ini sedang turun hujan. Kami mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar lereng gunung maupun dekat bantaran sungai yang berhulu langsung dari Gunung Marapi untuk waspada," kata petugas PGA Gunung Marapi, Teguh Purnomo, dalam keterangannya, Minggu (27/7).

Imbauan tersebut disampaikan PGA karena dikhawatirkan masih adanya potensi banjir lahar dingin akibat tumpukan material yang masih mengendap di puncak gunung tersebut. Apalagi, sejak letusan 3 Desember 2023 hingga kini belum ada penghitungan valid volume material vulkanik yang masih menumpuk di puncak gunung itu.

Di saat bersamaan, PGA juga melaporkan gunung api 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut mengalami erupsi pada Minggu siang pukul 13.44 WIB. Namun, PGA tidak bisa merekam ketinggian kolom abu karena tertutupi oleh awan.

"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter. Serta berdurasi 37 detik," ujar dia.

Diketahui, saat ini Gunung Marapi berstatus Waspada atau Level II. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Antara lain melarang masyarakat, wisatawan, atau pengunjung berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).

PVMBG juga mengingatkan ancaman potensi lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api.

Kondisi tersebut terutama saat terjadi hujan atau musim hujan. Kemudian, kata dia, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan.

"Tidak hanya itu, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut. Ini untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA)," ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Ekonomi
Hingga Juli PT KAI Berhasil...
Otomotif
Penjualan Mobil Listrik Kor...
Daerah
Data Terbaru: Wisman China ...

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.