Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kalau Tidak Bersih, Mana Mau Wisatawan ke Kepulauan Seribu, Warga Harus Jaga Kebersihan

📅 Jumat, 25 Jul 2025, 14:49 WIB | Oleh:
Kalau Tidak Bersih, Mana Mau Wisatawan ke Kepulauan Seribu, Warga Harus Jaga Kebersihan Doc: ist
Ket. Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan ikut dalam kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan di Pulau Pramuka pada Jumat (25/7)

JAKARTA – Jika tidak mau menjaga kebersihan, akan merugikan warga Kepulauan Seribu. Maka, Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah untuk menjaga kebersihan, termasuk Pulau Pramuka guna menjadikannya destinasi wisata yang membanggakan.

"Mari kita jaga Pulau Pramuka ini agar tetap bersih, nyaman, dan jadi destinasi wisata yang membanggakan,” katanya dalam kerja bakti bersama perangkat daerah di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jumat.

Fadjar meminta semua pihak untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong melalui kegiatan-kegiatan seperti kerja bakti, lomba, dan acara kemasyarakatan lainnya. “Dari internal kita dulu yang harus jadi teladan. Kalau kita kompak, warga pasti ikut," katanya.

Menurut dia, adanya peningkatan kunjungan wisata ke Pulau Pramuka terutama saat akhir pekan dan musim libur panjang harus sejalan dengan upaya menjaga kebersihan di destinasi wisata tersebut. Fadjar menilai peningkatan kunjungan harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran akan kebersihan lingkungan.

Ia menambahkan, Pulau Pramuka ini adalah wajah Kabupaten Kepulauan Seribu. Wisatawan akan datang, merasa nyaman, dan ingin kembali lagi jika lingkungannya bersih dan tertata. "Kita sebagai warga dan aparatur harus memberi contoh dulu,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa rumah yang kecil pun bisa terasa nyaman jika dirawat dan dijaga kebersihannya. Jika kesadaran akan kebersihan sudah dijaga dari tingkat rumah tangga, maka di tingkat RT, RW, dan seterusnya juga akan baik. "Apalagi kita adalah daerah tujuan wisata,” kata Fadjar.

Sebelumnya, untuk mengatasi sampah limbah, Pemerintah Provinsi Jakarta berkolaborasi dengan produsen memfasilitasi pengumpulan dan pengangkutan sampah kemasan kaleng kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) melalui skema Extended Producer Responsibility (EPR) atau tanggung jawab produsen yang diperluas.

Lewat skema tersebut, terkumpul sebanyak 1.431,23 kg sampah kaleng aerosol terkontaminasi bahan berbahaya dan beracun (B3) di lima wilayah Kota Administrasi Jakarta dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

“Aksi ini merupakan yang pertama dilakukan di Indonesia. Kolaborasi antara produsen dan pemerintah daerah ini bisa mendorong terjadinya ekonomi sirkular, serta mengubah perspektif pengelolaan lingkungan dari Craddle to Grave menjadi Craddle to Craddle,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan selanjutnya sampah B3 tersebut akan dikelola oleh pihak ketiga yang memiliki izin berusaha di bidang pengelola limbah B3.

Dalam skema  EPR atau tanggung jawab produsen yang diperluas itu, produsen difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup DKI melakukan pengumpulan sampah kemasan sebagai bentuk komitmen implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan No P.75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.