Menanti Sinyal The Fed, 4 Agustus 2026
📅 Selasa, 04 Agu 2026, 08:30 WIB | Oleh: Muchamad IsmailJAKARTA – Rupiah diperkirakan bergerak volatil karena pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) serta data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) sebagai indikator utama kondisi ekonomi Negeri Paman Sam. Jika data tenaga kerja tetap kuat, ekspektasi suku bunga The Fed tinggi bertahan lebih lama dapat menguatkan dollar AS sehingga memberi tekanan pada rupiah.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi melihat rupiah rentan berubah arah imbas fokus pasar terhadap prospek suku bunga The Fed dan data ketenagakerjaan AS. Karenanya, dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (4/8), bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran 17.990 - 18.040 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Senin (3/8), bergerak menguat 25 poin atau 0,14 persen dari akhir pekan lalu menjadi 17.997 rupiah per dollar AS.
Ibrahim menilai penguatan rupiah dipengaruhi Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang naik ke level 50,2 pada Juli 2026 dari posisi 46,9 pada Juni berdasarkan laporan S&P Global Indonesia. “Angka di atas level 50 menunjukkan kondisi operasional manufaktur kembali membaik pada awal kuartal III-2026,” ungkapnya dalam keterangan resmi di Jakarta.
Lebih lanjut, perbaikan tersebut ditopang oleh kembalinya pertumbuhan volume produksi setelah empat bulan mengalami kontraksi. S&P Global mencatat peningkatan produksi didorong oleh mulai membaiknya kondisi permintaan dan meningkatnya kepercayaan pelanggan, walaupun di sisi lain. kenaikan harga bahan baku disebut masih menahan laju ekspansi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!