Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD DKI Setujui Usulan Obligasi Rp3,5 Triliun, LRT Jakarta Jadi Prioritas

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 13:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPRD DKI Setujui Usulan Obligasi Rp3,5 Triliun, LRT Jakarta Jadi Prioritas Doc: Antara
Ket. Komisi C DPRD DKI Jakarta. Komisi C DPRD DKI Jakarta menyepakati usulan nilai obligasi daerah sebesar Rp3,5 triliun dibahas lebih lanjut dalam rapat Badan Anggaran (Banggar).

Jakarta - Komisi C DPRD DKI Jakarta menyepakati usulan penerbitan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun untuk dibahas lebih lanjut dalam rapat Badan Anggaran (Banggar). Namun, dewan meminta Pemerintah Provinsi DKI melengkapi kajian kelayakan, dasar hukum, hingga skema pembayaran sebelum usulan tersebut diputuskan.

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya mengatakan kesepakatan yang dicapai saat ini baru sebatas nilai obligasi. Sementara itu, rincian program yang akan dibiayai masih bersifat sementara karena sebagian kegiatan berada dalam ruang lingkup komisi lain.

“Angkanya kita ketuk Rp3,5 triliun. Mengenai programnya, kita serahkan untuk disesuaikan dan dibahas dalam rapat Banggar,” kata Dimaz dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (2/8).

Menurut dia, komposisi program yang akan dibiayai melalui obligasi masih dapat berubah setelah Banggar menerima masukan dari seluruh komisi. Selain itu, pencairan obligasi akan disesuaikan dengan tahapan pelaksanaan proyek, terutama pembangunan LRT Jakarta.

Meski menyetujui nilai usulan, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta August Hamonangan menegaskan pemerintah daerah harus lebih dahulu melengkapi seluruh dokumen pendukung, mulai dari dasar regulasi, studi kelayakan proyek, pembentukan dana cadangan, hingga skema pembayaran obligasi.

“Kami harus benar-benar memiliki dasar untuk menentukan apakah obligasi daerah ini layak disetujui atau tidak,” ujar August.

Ia mengingatkan tenor obligasi selama tujuh tahun melampaui sisa masa jabatan gubernur saat ini sehingga berpotensi menjadi beban bagi pemerintahan berikutnya.

Selain itu, Pemprov DKI diperkirakan harus menyisihkan dana cadangan sekitar Rp500 miliar setiap tahun untuk memenuhi kewajiban pembayaran obligasi. Menurut August, kewajiban tersebut berpotensi mengurangi ruang fiskal APBD yang seharusnya dapat digunakan untuk membiayai pelayanan publik dan program prioritas.

“Ini akan menjadi beban APBD berikutnya. Karena itu, kemampuan membayar dan pembentukan dana cadangan harus dihitung secara cermat,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek produktif di sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan masyarakat.

Salah satu proyek prioritas yang diusulkan adalah pembangunan LRT Jakarta Fase 1C yang menghubungkan Manggarai dengan Dukuh Atas guna memperkuat integrasi transportasi umum di ibu kota.

“Ini harus kita selesaikan dengan menyambungkan LRT Fase 1C dari Manggarai ke Dukuh Atas,” kata Eliawati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Dua Akses Disiapkan ke Stasiun Whoosh Karawang

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dua Akses Disiapkan ke Stas...
Megapolitan
Kapolda: Polisi Harus Peka ...
Megapolitan
Tobat Ekologis Perkuat Adiw...
Luar Negeri
Ekspor Tiongkok Melonjak, A...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.