Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Generasi Muda Bikin PMDN Agro Naik Tajam! Kemenperin: Makanan Minuman Jadi Magnet Baru

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 18:32 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Generasi Muda Bikin PMDN Agro Naik Tajam! Kemenperin: Makanan Minuman Jadi Magnet Baru Doc: istimewa
Ket. Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika (tengah) saat bincang bincang dengan media terkait industri agro di kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (21/4)

JAKARTA – Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di sektor agro terus tumbuh signifikan. Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika, menyebut industri makanan dan minuman (mamin) menjadi pendorong utama.

"Yang paling banyak itu memang industri makanan dan minuman. Kedua ada industri berbasis kehutanan, lalu rokok," ujar Putu di Jakarta, Selasa (22/4).

Menurutnya, tren masuknya generasi muda ke sektor makanan dan minuman menjadi faktor kunci. Salah satu contohnya adalah industri kakao artisan. Dari hanya 31 perusahaan pada September 2023, jumlahnya kini sudah mencapai hampir 50 perusahaan.

"Kakao itu hampir semuanya pemain muda artisan. Investasinya tidak terlalu besar, sehingga banyak yang bisa masuk," jelas Putu.

Catatan Kemenperin menunjukan PMDN industri agro pada tahun 2025 mencapai 100,7 triliun rupiah, jauh di atas PMA (penanaman modal asing) senilai 91,00 triliun rupiah. Adapun total PMDN dan PMA tahun 2025 sebesar 191,7 triliun rupiah, lebih tinggi dari 2023 yang hanya 158,77 triliun namun masih lebih rendah dari 2024 yang mencapai 206,33

Kata Putu, kenaikan PMDM tak lepas dari program pembinaan Kemenperin. Melalui program Kakao Doctor, petani yang menyuplai bahan baku dididik langsung di Sulawesi. Setelah lulus, mereka wajib membina 100 petani di daerah asalnya. Skema ini menciptakan rantai pasok yang saling menguntungkan antara petani dan pelaku usaha artisan.

Pemerintah juga memberikan stimulus investasi. Pelaku usaha yang menanamkan modal mendapat reimbursement untuk pembelian mesin dan peralatan hingga 35%. Selain itu, ada diskon bunga 5% bagi yang mengakses kredit melalui program Kredit Industri Padat Karya.

Hasilnya mulai terlihat. Putu menyebut pelaku industri kakao artisan bahkan sudah mampu mengekspor lemak kakao dan produk turunannya ke Prancis.

"Kemarin minggu lalu, mungkin hari ini sudah dirilis, mereka sudah ekspor ke Prancis. Ini yang sangat berperan menyemangati pelaku lain," katanya.

Kemenperin kini fokus mengembangkan industri intermediate untuk makanan dan minuman. Ini adalah sektor pengolahan di tengah rantai, yang mengolah bahan baku lokal menjadi produk setengah jadi. Selama ini, produk hilir seperti jus dan turunannya masih banyak diimpor.

"Yang banyak masuk sekarang itu yang mengolah bahan baku dari daerahnya masing-masing. Ditambah lagi tren teknologi seperti gelato dan variasi kopi yang membuat orang tertarik," tambah Putu.

Branding juga menjadi perhatian. Kemenperin memfasilitasi pelaku usaha untuk ikut pameran baik di dalam maupun luar negeri selama beberapa tahun terakhir.

"Jadi investasi PMDN di agro bergerak karena programnya difasilitasi, mulai dari pendidikan, stimulus, sampai branding," tutup Putu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.