Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Banten Gencarkan Antisipasi Kebakaran Hutan

📅 Senin, 03 Agu 2026, 12:10 WIB | Oleh:
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Banten Gencarkan Antisipasi Kebakaran Hutan Doc: ist
Ket. bahaya karhutla

TANGERANG – Saat ini masih berlangsung kemarau Panjang. Hal ini mengkhawatirkan terjadi kebakaran. Untuk itu, Kepolisian Daerah (Polda) Banten bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu untuk menjaga sejumlah titik rawan dari potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama puncak musim kemarau.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki di Serang, Senin, mengatakan penempatan satgas gabungan ini berfokus pada pengamanan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang tersebar di wilayah Banten, seperti TPA Jatiwaringin, Bagendung, dan Cilowong.

"Semua kita siapkan di pos terpadu, baik personel maupun sarana prasarananya seperti mobil pemadam kebakaran, ambulans, hingga dapur lapangan yang siap digunakan setiap saat manakala terjadi kebakaran," kata Hengki usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Karhutla.

Pembentukan pos terpadu yang melibatkan unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemerintah daerah ini diinisiasi sebagai langkah deteksi dini, sekaligus mencegah adanya aktivitas pembakaranSERANG - secara sengaja oleh warga di area rawan.

Lebih lanjut Kapolda Banten menegaskan pihaknya juga menggencarkan patroli dan edukasi agar masyarakat tidak sembarangan membuka lahan dengan cara dibakar.

"Bagi pihak yang sengaja melakukan pembakaran, sesuai ketentuan undang-undang lingkungan hidup, ada ancaman sanksi pidana di atas lima tahun," ucapnya.

Sementara itu Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi langkah Kapolda Banten dalam membentuk satgas yang siaga di masing-masing TPA. Ia menyoroti tingginya kerawanan di kawasan pembuangan akhir tersebut akibat tumpukan sampah.

"Di TPA sudah ada gas metana yang tertumpuk bertahun-tahun dan ini perlu diantisipasi. Tidak boleh ada percikan api, tidak boleh ada kegiatan membakar sampah, dan ini memerlukan koordinasi bersama," ujarnya.

Selain mengantisipasi karhutla, Andra Soni menambahkan Pemprov Banten saat ini juga tengah memetakan wilayah terdampak kekeringan ekstrem yang diprediksi BMKG mencapai puncaknya pada bulan Agustus, guna memastikan bantuan air bersih dapat disalurkan dengan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Bapanas Pastikan Stok Kedel...
Ekonomi
Harga Daging Sapi di Goront...
Daerah
Pemkot Bandung Siapkan Tekn...
Advertisement
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.