Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lahan Sempit Bukan Alasan, Banda Aceh Bukukan Solusi Ketahanan Pangan di Perkotaan

📅 Senin, 21 Jul 2025, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lahan Sempit Bukan Alasan, Banda Aceh Bukukan Solusi Ketahanan Pangan di Perkotaan Doc: ANTARA
Ket. Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah saat mengunjungi lahan urban farming tanaman mint, di Banda Aceh, Sabtu (19/7/2025).

BANDA ACEH - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah menyatakan bahwa urban farming (pertanian perkotaan) menjadi salah satu solusi ketahanan pangan kota, karena itu diharapkan masyarakat setempat bisa menggalakkan model pertanian tersebut.

"Banda Aceh tidak memiliki lahan luas, maka urban farming bisa menjadi solusi untuk mewujudkan ketahanan pangan warga kota," katanya di Banda Aceh, Senin (21/7).

Pernyataan itu disampaikan Irwansyah saat mengunjungi lokasi urban farming milik salah satu warga di Neusu Aceh, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, bernama Teguh Budi Santoso yang berhasil menyulap lahan tidur menjadi lahan pertanian secara hidroponik.

Menurut dia, langkah yang telah dilakukan Teguh tersebut dapat diikuti oleh warga Banda Aceh lainnya. Artinya, ikut memanfaatkan lahan seadanya untuk bertani.

"Aksi Teguh menjadi inspirasi bagi yang lainnya. Bahwa di tengah kepadatan kota, dengan lahan yang terbatas, masih bisa bertani dengan caranya, dan kini dari hasil pertanian itu sudah mampu menjadi sumber pendapatan utamanya," ujarnya.

Pada urban farming Teguh tersebut, tanaman mint menjadi tumbuhan utamanya, lalu ada pakcoy, kale, cincau hijau dan lainnya sebagainya secara hidroponik. Mint selama ini dimanfaatkan untuk berbagai minuman dan memiliki khasiat menyegarkan.

Irwansyah menyampaikan, kebun mint ini sudah sering dikunjungi orang sebagai tempat edukasi. Karena itu, diharapkan juga agar pelajar di Banda Aceh dibawa berkunjung ke tempat ini guna menumbuhkan semangat bertani.

“Apalagi, ke depan tema ketahanan pangan ini menjadi favorit, karena masuk dalam asta citanya Presiden Prabowo Subianto,” katanya.

Sementara itu, Teguh mengatakan bahwa dirinya sudah mulai bertani seadanya pada 2017 silam. Saat itu, ia langsung fokus untuk tanaman mint, karena belum ada yang menanamnya di Banda Aceh.

Saat ini, ia memproduksi sekitar tiga kilogram daun mint dalam sehari, dengan harga per kg Rp 170 ribu. Daun tersebut juga dijual secara grocery atau pembeli yang datang langsung ke kebunnya.

Dari hasil urban farming itu, Teguh sudah meraih omzet Rp1 juta hingga Rp500 ribu dalam sehari. Sehingga, menjadi salah satu pendukung ekonomi keluarganya.

“Dengan omzet sekarang, kebun ini sudah jadi mata pencaharian lah,” demikian Teguh Budi Santoso.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.