Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kopdes, Kesempatan Bagi Pelaku Usaha untuk Berkolaborasi

📅 Minggu, 20 Jul 2025, 08:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kopdes, Kesempatan Bagi Pelaku Usaha untuk Berkolaborasi Doc: istimewa
Ket. Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha untuk berkolaborasi dalam memenuhi kebutuhan di sektor pangan. Outlet sembako menjadi salah satu unit usaha Kopdes.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi menegaskan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha untuk berkolaborasi dalam memenuhi kebutuhan di sektor pangan. Outlet sembako menjadi salah satu unit usaha Kopdes.

"Setiap Kopdes diberikan platform anggaran sebesar 3 miliar rupiah dalam bentuk pinjaman, bukan hibah. Ini kesempatan bagi teman-teman PPN (Pinsar Petelur Nasional) untuk ikut berkontribusi. Setiap Kopdes bisa melayani sekitar 2.000 atau 3.000 KK (kepala keluarga), sehingga ini potensinya baik sekali," ungkap Arief

dalam pertemuan dengan para pelaku usaha peternakan dan anggota Pinsar Petelur Nasional (PPN) di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (19/7). 

"Ini pemerintah telah siapkan hilirnya selain Kopdes, ada juga Makan Bergizi Gratis (MBG). Jadi silakan bersiap mendukung program baik Bapak Presiden Prabowo ini," pinta Arief.

Saat ini, sebanyak 103 percontohan/mock-up Kopdes telah terbentuk dan akan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli mendatang. Mock-up Kopdes tersebut akan menjadi model awal penerapan Kopdes Merah Putih secara utuh yang patut direplikasi pada wilayah lain.

Di samping itu, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi agar mampu bersaing di pasar. “Kalau ingin bersaing dengan baik, harga dan kualitas harus baik. Sekarang banyak perusahaan besar sudah punya teknologi maju. Tinggal bagaimana PPN dan teman-teman peternak layer ini mau berkembang sejauh apa,” ujarnya.

Ia mencontohkan kondisi serupa yang terjadi pada sektor penggilingan padi, di mana pelaku usaha kecil kerap kalah bersaing karena kapasitas dan teknologi yang belum optimal. Oleh karena itu, Arief menekankan pentingnya penguatan modal dan kolaborasi melalui koperasi, asosiasi, dan perkumpulan pelaku usaha.

“Modal itu bisa dibangun lewat koperasi dan asosiasi. Jangan kerja sendiri-sendiri. Harus kolaboratif dan terus berinovasi,” pungkas Arief.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Ekuador, Penampilan Kelima ...
Nasional
Buruan War Tiket Kereta Api...
Daerah
Mahasiswa Kedokteran UNNES ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.