Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Buntut Panjang Ketegangan Timur Tengah, Uni Eropa Beri Sanksi Baru untuk Iran

📅 Senin, 08 Jun 2026, 21:33 WIB | Oleh:
Buntut Panjang Ketegangan Timur Tengah, Uni Eropa Beri Sanksi Baru untuk Iran Doc: Alxeypnferov/Getty Images

MOSKOW - Uni Eropa memberlakukan pembatasan terhadap Iran untuk pertama kalinya sebagai bagian dari skema sanksi baru terkait ancaman kebebasan navigasi, kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas pada Senin (8/6).

"Hari ini juga akan menjadi kali pertama sanksi terkait kebebasan navigasi diberlakukan terhadap Iran," kata Kallas kepada para wartawan.

Secara khusus, Dewan Eropa memasukkan Komando Provinsi Hormozgan dari Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGCN) ke dalam daftar sanksi.

"Selain itu, Uni Eropa hari ini memasukkan nama Mohammad Akbarzadeh dan Hamid Hosseini ke dalam daftar sanksi, karena mendukung tindakan Iran yang menghambat lalu lintas transit yang sah dan kebebasan navigasi," bunyi pernyataan tersebut.

Mohammad Akbarzadeh adalah wakil komandan bidang politik IRGC, yang juga bertindak sebagai juru bicara organisasi tersebut.

Sementara itu, Hamid Hosseini merupakan perwakilan dari Serikat Eksportir Minyak, Gas, dan Produk Petrokimia Iran serta anggota Kamar Dagang Iran, demikian pernyataan Uni Eropa tersebut.

Sebelumnya pada akhir Februari lalu, militer Amerika Serikat dan Israel dengan bersama-sama mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di wilayah Iran.

Kemudian, pada 7 April, Amerika Serikat dan Iran mengumumkan gencatan senjata sementara.

Namun, AS tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Iran mengumumkan penetapan aturan transit khusus melalui Selat Hormuz.

Pihak berwenang AS telah menuntut agar Iran membuka Selat Hormuz untuk kebebasan navigasi dan menghapuskan tarif untuk melintasi jalur air tersebut.

Pada Senin (25/5), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa tidak tepat jika menyebut pungutan yang dikenakan Iran terhadap lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz itu sebagai "tarif tol".

Menurut Baghaei, pungutan tersebut bukanlah tarif tol, melainkan biaya atas layanan yang diberikan untuk menjaga kondisi lingkungan di Selat Hormuz, Teluk Persia, dan Teluk Oman. Dia menyatakan Iran terus bekerja sama dengan Oman dalam merumuskan mekanisme pelayaran di Selat Hormuz. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Kemnaker dan GoTo Perkuat L...
Luar Negeri
Angkatan Bersenjata Iran Me...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Paviliun Wonderful Indonesia Sabet Best Booth Design di SITF 2026

Paviliun Wonderful Indonesia Sabet Best Booth Design di SITF 2026

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.