Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia! Jangan Lupa Pakai Masker

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 06:30 WIB | Oleh:
Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia! Jangan Lupa Pakai Masker Doc: Antara Foto

Jakarta - Jakarta mengalami kualitas udara yang sangat buruk pada Jumat pagi (14/7), menempatkannya di peringkat ketiga sebagai kota dengan udara terburuk di dunia. Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir, pada pukul 05.56 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta tercatat di angka 164, masuk dalam kategori "tidak sehat." Angka ini mencerminkan polusi udara yang cukup parah, dengan tingkat PM 2.5 mencapai 74 mikrogram per meter kubik.

Kualitas udara yang buruk ini mempengaruhi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan gangguan pernapasan. Selain berdampak pada kesehatan manusia, kualitas udara yang buruk juga bisa merugikan hewan sensitif dan merusak tumbuhan atau nilai estetika lingkungan. Dalam kondisi ini, IQAir menyarankan agar warga Jakarta menghindari aktivitas di luar ruangan, dan jika terpaksa berada di luar, disarankan untuk memakai masker dan menutup jendela rumah guna menghindari paparan udara kotor.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, IQAir mengklasifikasikan kualitas udara berdasarkan rentang PM2.5:

• Kategori Baik (PM2.5 0-50): Tidak berpengaruh pada kesehatan manusia, hewan, atau tumbuhan.
• Kategori Sedang (PM2.5 51-100): Tidak berbahaya bagi manusia dan hewan, namun dapat memengaruhi tumbuhan sensitif dan nilai estetika.
• Kategori Tidak Sehat (PM2.5 101-150): Dapat mempengaruhi kesehatan sebagian populasi, terutama yang sensitif.
• Kategori Sangat Tidak Sehat (PM2.5 151-200): Dapat merugikan kesehatan sejumlah segmen populasi.
• Kategori Berbahaya (PM2.5 200-500): Kualitas udara yang sangat berisiko bagi kesehatan semua lapisan masyarakat.

Selain Jakarta, beberapa kota lain juga mencatatkan kualitas udara yang buruk. Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, berada di posisi pertama dengan AQI 208, sementara Santiago de Chile di urutan kedua dengan 170. Di bawah Jakarta, Toronto, Kanada, memiliki kualitas udara AQI 156, diikuti oleh Al-Manamah, Bahrain, di angka 154.

Untuk meningkatkan transparansi dan pemantauan kualitas udara, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta baru-baru ini meluncurkan platform pemantau kualitas udara terintegrasi. Platform ini didukung oleh 31 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Data dari SPKU ini, yang juga mencakup informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan Vital Strategies, akan ditampilkan secara real-time melalui platform tersebut.

Peluncuran platform ini bertujuan untuk memperbarui sistem pemantauan kualitas udara Jakarta dan memastikan informasi yang akurat dan sesuai dengan standar nasional. Dengan adanya sistem ini, diharapkan warga Jakarta dapat lebih memahami dan mengambil tindakan preventif terhadap kondisi udara yang buruk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.