Garuda Indonesia Siap Borong 50 Pesawat Boeing, Langkah Strategis di Balik Kesepakatan Tarif AS
📅 Senin, 22 Sep 2025, 13:19 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: Antara Foto
Jakarta - Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, melakukan kunjungan ke Amerika Serikat sebagai bagian dari delegasi Presiden Prabowo Subianto. Agenda utama kunjungan ini adalah membahas rencana pembelian 50 unit pesawat Boeing untuk memperkuat armada maskapai nasional.
Menurut Direktur Niaga Garuda, Reza Aulia Hakim, pihaknya sedang memastikan bahwa pembelian ini memberikan keuntungan optimal, terutama dalam aspek jumlah pesawat, jenis, waktu pengiriman, dan harga agar tetap kompetitif. Garuda Indonesia sendiri menargetkan total armada akan mencapai sekitar 120 pesawat dalam lima tahun ke depan, termasuk perluasan jaringan rute hingga lebih dari 100 destinasi.
Kesepakatan pembelian ini terkait erat dengan pembicaraan tarif resiprokal antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat. Salah satu titik temu dalam negosiasi ini adalah turunnya tarif impor dari AS menjadi 19 persen, dari sebelumnya 32 persen. Sebagai bagian kompensasinya, Indonesia diminta membeli lebih banyak barang dari AS, termasuk pesawat Boeing.
Meski publik pernah dikabarkan bahwa MoU (nota kesepahaman) sudah ditandatangani, hingga kini belum ada MoU resmi antara Garuda dan Boeing. Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menegaskan bahwa pembelian tersebut masih dalam tahap penjajakan dan diskusi bisnis.
Dalam hal pembiayaan, Garuda menyiapkan dua skema utama, yakni dana internal perusahaan yang diperkuat lewat program restrukturisasi keuangan, serta kerja sama dengan investor eksternal. Salah satu yang sudah bergerak adalah Danantara Indonesia, yang sebelumnya telah memberikan bantuan pendanaan sebesar sekitar US$ 405 juta (± Rp6,6 triliun) untuk pemeliharaan dan perbaikan armada Garuda dan Citilink.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Kementerian BUMN dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut bahwa proses negosiasi tetap memperhatikan aspek komersial dan regulasi. Tidak hanya jumlah saja yang harus dipastikan, tetapi juga spesifikasi teknis dan waktu pengiriman agar operasional Garuda dapat optimal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!