Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wisata Hiu Paus Botubarani Jadi Contoh Ekonomi Warga Berbasis Konservasi

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 11:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wisata Hiu Paus Botubarani Jadi Contoh Ekonomi Warga Berbasis Konservasi Doc: ANTARA
Ket. Kawasan wisata hiu paus di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, menjadi contoh pengembangan ekonomi masyarakat pesisir yang menggabungkan aktivitas wisata dengan upaya konservasi laut. Jumat (31/7/2026).

GORONTALO - Pengelolaan wisata hiu paus di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, menjadi contoh pengembangan ekonomi masyarakat pesisir yang menggabungkan aktivitas wisata dengan upaya konservasi laut.

Ketua Pokdarwis Hiu Paus Botubarani Wahab Matoka mengatakan seluruh aktivitas wisata di kawasan tersebut dikelola oleh masyarakat setempat dengan tetap mengikuti aturan kawasan konservasi.

"Karena wisata ini berbasis masyarakat, otomatis semua pemangku kepentingan maupun panitia yang ada di sini adalah orang-orang sini semua," kata Wahab di Gorontalo, Jumat.

Ia menjelaskan manfaat ekonomi dari wisata hiu paus tidak hanya dirasakan oleh pengelola utama, tetapi juga masyarakat melalui berbagai aktivitas pendukung.

Menurut dia, pendapatan yang diperoleh dari wisata juga dimanfaatkan untuk kegiatan sosial masyarakat, seperti pemberian bantuan menjelang bulan Ramadhan, kegiatan keagamaan, hingga pembagian daging kurban kepada warga.

"Semua masyarakat kebagian, mau kaya, mau miskin, semua itu kebagian manfaatnya karena memang untuk mendukung aktivitas masyarakat," katanya.

Wahab mengatakan pengelolaan ekonomi wisata tetap diarahkan agar keberadaan hiu paus terjaga. Pihaknya menyediakan dana untuk kebutuhan konservasi, termasuk pemeliharaan fasilitas pendukung yang membantu keberlangsungan habitat hiu paus.

Ia menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan rakit dengan lampu tenaga surya yang membantu menarik plankton sebagai sumber makanan hiu paus.

"Satu rakit ada 10 lampu, jadi tiga rakit ada 30 lampu yang menyala. Itu memancing plankton yang menjadi makanan hiu paus," ujarnya.

Selain menjaga habitat, pengelola juga menerapkan aturan ketat bagi wisatawan, seperti larangan menyentuh hiu paus dan penggunaan perahu bermesin di kawasan konservasi.

Wahab mengatakan edukasi kepada wisatawan dilakukan sebelum berinteraksi dengan hiu paus untuk menjaga keselamatan pengunjung terhindar dari bakteri yang menempel di hiu paus sekaligus melindungi satwa tersebut agar tidak lecet tubuhnya.

"Kami selalu memberikan petunjuk apa yang bisa dilakukan dan tidak bisa dilakukan, termasuk jangan menyentuh hiu paus," katanya.

Ia menambahkan pengelolaan wisata juga bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo untuk menjaga kawasan konservasi Teluk Gorontalo yang membentang dari laut Olele hingga kawasan Botubarani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.