Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Air Galon Isi Ulang Rentan Tercemar Bakteri dan Mikroplastik: Masihkah Layak Minum?

📅 Minggu, 06 Jul 2025, 11:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Air Galon Isi Ulang Rentan Tercemar Bakteri dan Mikroplastik: Masihkah Layak Minum? Doc: The Conversation
Ket. Air galon.

Daniel, Universitas Gadjah Mada dan Anindrya Nastiti, Institut Teknologi Bandung

Di tengah kebutuhan akan air minum yang praktis dan terjangkau, banyak rumah tangga di perkotaan menjadikan depot air minum isi ulang sebagai pilihan utama.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2023 memperkirakan sekitar 40% rumah tangga di Indonesia menggunakan air kemasan sebagai sumber air minum utama. Konsumsi air isi ulang tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan air kemasan bermerek.

Air isi ulang menjadi primadona, terutama bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah, karena harganya lebih ekonomis. Di Kota Yogyakarta, misalnya, satu galon air berkisar Rp5 - 7 ribu.

Meskipun banyak diminati, penelitian kami menunjukkan adanya risiko kesehatan tersembunyi dari kebiasaan mengonsumsi air isi ulang.

Dampak kesehatan air isi ulang

Riset kami bersama mahasiswa pada 2024-2025 di Kota Palembang dan Yogyakarta menemukan kandungan bakteri Escherichia coli dan mikropastik dalam air isi ulang.

Kedua kontaminan ini berisiko membahayakan kesehatan.

1. Bakteri E.coli dalam air isi ulang

Dari 106 sampel air galon di Palembang, hampir setengahnya mengandung bakteri E. coli melebihi batas aman.

Rata-rata jumlah bakteri E. coli yang ditemukan berkisar 18 CFU/100 ml. Berdasarkan klasifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah ini termasuk dalam kelas risiko kesehatan tinggi yang bisa memicu penyakit seperti diare.

Melalui pendekatan quantitative microbial risk assessment (menakar dampak kesehatan akibat paparan mikroorganisme pakai pemodelan matematika), kami memperkirakan jumlah kasus diare akibat konsumsi air isi ulang sekitar 13 ribu kasus dalam setahun. Menariknya, hasil estimasi ini sejalan dengan data kasus diare balita yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Kota Palembang pada 2023.

Temuan ini mencerminkan dampak nyata kontaminasi mikrobiologis dalam air isi ulang terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, penting untuk memperketat pengawasan terhadap keamanan depot air minum guna melindungi kelompok rentan seperti anak-anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Film Dokumenter Lisa Blackp...

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.