Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Air Galon Isi Ulang Rentan Tercemar Bakteri dan Mikroplastik: Masihkah Layak Minum?

📅 Minggu, 06 Jul 2025, 11:15 WIB | Oleh: Tim Penulis

2. Mikroplastik dalam air isi ulang

Riset mahasiswa kami di Yogyakarta (belum dipublikasikan) menunjukkan bahwa sampel galon depot air minum memiliki kelimpahan mikroplastik sebesar 28 partikel/liter.

Artinya, jika seseorang rutin mengonsumsi 1,5 liter air galon isi ulang setiap hari, dia akan menelan lebih dari 15 ribu partikel mikroplastik per tahun. Angka ini nyaris 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan kasus kontaminasi sampel air galon dari dua merek komersial yang beredar di pasaran.

Meski begitu, otoritas kesehatan global (termasuk WHO) belum menetapkan standar ambang batas terkait kadar mikroplastik dalam air minum.

Kendati berbagai studi menunjukkan bahwa partikel kecil (<1,5 mm) mungkin bisa menembus saluran pencernaan dan menyebar ke jaringan tubuh, dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan manusia masih terus diselidiki.

Jenis polimer dominan yang kami temukan adalah Cellophane (relatif aman karena berasal dari selulosa) dan Polyethylene Terephthalate (PET). Secara teoretis, keduanya dapat menimbulkan gangguan hormon jika terakumulasi dalam jumlah besar. Namun, bukti dampak kesehatan langsung pada manusia masih terbatas.

Dari mana kontaminasi ini berasal?

Hasil inspeksi kami terhadap 106 depot air minum di Palembang menunjukkan bahwa setiap depot memiliki rata-rata tiga sumber potensi kontaminasi. Sumber yang paling umum diamati, yaitu retaknya tangki penyimpanan air, adanya tanda kontaminasi di dalam tangki penyimpanan air, serta depot air minum terlihat kotor. Hal ini menandakan bahwa aspek higienitas masih menjadi tantangan serius.

Selain itu, kami menemukan bahwa kebersihan tangki penyimpanan dan efektivitas alat pengolahan air (seperti penggunaan sinar UV) berhubungan positif dengan tingkat kontaminasi. Hal ini berarti semakin bersih tangki penyimpanan dan semakin optimal penggunaan UV, maka kualitas air yang diedarkan ke masyarakat akan semakin baik.

Adapun di Yogyakarta, kontaminasi mikroplastik dalam air isi ulang diduga berasal dari proses pencucian. Sebab, galon disikat dengan bulu keras berbahan plastik (seperti PET atau nilon).

Gesekan berulang saat mencuci berisiko melepaskan partikel mikroplastik ke dalam galon. Belum lagi, terjadi proses degradasi pada permukaan galon akibat penggunaan berulang dalam jangka waktu lama.

Mengurangi dampak kesehatan air isi ulang

Masyarakat tidak perlu panik, karena temuan kami justru mendorong kita untuk lebih cermat. Lakukan sejumlah cara di bawah ini guna mengurangi dampak kesehatan air isi ulang yang terkontaminasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.