Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Regenerasi Petani Mandek, Masa Depan Pangan RI di Ujung Tanduk!

📅 Selasa, 01 Jul 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Regenerasi Petani Mandek, Masa Depan Pangan RI di Ujung Tanduk! Doc: antara
Ket. Sektor Pertanian - Regenerasi Petani Mendesak Dilakukan untuk Cegah Krisis

YOGYAKARTA – Regenerasi petani perlu segera dilakukan demi mencegah krisis pertanian dalam jangka menengah dan panjang. Sebab, mayoritas petani Indonesia kini berusia di atas 50 tahun dan jumlahnya terus menurun.

"Kalau tidak dilakukan regenerasi, bagaimana nanti (produktivitas pertanian) 10 sampai 20 tahun yang akan datang?" ujar Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Dwi Apri Nugroho sebagaimana keterangan tertulis di Yogyakarta, Senin (30/6).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah petani di Indonesia turun 7,45 persen dalam satu dekade terakhir, dari 31,70 juta orang pada 2013 menjadi 29,34 juta saat ini. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), penurunan jumlah petani lebih tajam mencapai 26,26 persen atau sekitar 153 ribu petani yang meninggalkan sektor ini.

Bayu menyebut krisis profesi petani tersebut tidak hanya dipicu alih fungsi lahan yang kian cepat, terutama di Pulau Jawa, tetapi juga oleh citra pertanian yang dianggap konvensional dan kurang menjanjikan secara ekonomi.

Dorong Inovasi

Untuk mengubah persepsi itu, dia mendorong pemerintah mengenalkan pertanian modern berbasis teknologi kepada anak-anak sejak usia dini. "Kita kenalkan teknologi dan inovasi sejak bangku sekolah dasar, agar mereka tahu bahwa pertanian bisa modern dan bisa membuat sejahtera," katanya.

Meski begitu, dia menilai program petani milenial belum memadai jika sekadar berupa proyek jangka pendek. Menurutnya, pendidikan pertanian dan inovasi harus masuk dalam kurikulum sekolah agar menjadi bagian dari wawasan generasi muda.

"Kita bisa mengenalkan penggunaan drone, sehingga akan memunculkan ketertarikan dari anak-anak muda ke dunia pertanian," tambahnya.

Bayu juga mendorong peran aktif pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem pertanian yang kuat dan berkelanjutan, termasuk dari sisi distribusi dan harga. "Artinya diperkuat ekosistem-ekosistem yang mengintegrasikan dari hulu ke hilir, yang menjamin ketersediaan dan juga kestabilan harga yang menguntungkan petani," kata dia. Ant/E-10

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Film Dokumenter Lisa Blackp...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.