Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IJEPA Dimaksimalkan Lagi, Jangan Sampai Indonesia Cuma Jadi Pasar

📅 Kamis, 12 Jun 2025, 23:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
IJEPA Dimaksimalkan Lagi, Jangan Sampai Indonesia Cuma Jadi Pasar Doc: ANTARA/HO-Kemendag
Ket. Wamendag RI Dyah Roro Esti bertemu Wakil Menteri Hubungan Internasional Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Takehiko Matsuo di Tokyo, Jepang, Rabu (11/6/2025).

JAKARTA – Ratifikasi protokol perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) sangat penting karena akan meningkatkan akses pasar produk Indonesia ke Jepang, serta memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi antara kedua negara.

Perubahan ini diharapkan akan membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha Indonesia di pasar Jepang, terutama untuk produk-produk yang sebelumnya memiliki hambatan tarif.

Indonesia mendorong proses ratifikasi protokol perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) agar selesai pada semester II 2025 dan dapat diimplementasikan pada akhir 2025.

Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Hubungan Internasional Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Takehiko Matsuo di Tokyo, Jepang, Rabu (11/6), Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti mengatakan, pelaku usaha Indonesia diharapkan bisa segera mendapatkan peluang yang lebih luas masuk ke pasar Jepang dan meminimalisasi hambatan non tarif.

"Kami sampaikan pula bahwa pelaku usaha Indonesia siap mengimplementasikan perjanjian tersebut dengan memenuhi aspek keberlanjutan yang berlaku di pasar Jepang," kata Roro dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Roro menjelaskan, aspek keberlanjutan tersebut salah satunya terlihat pada produk kayu dan turunannya yang harus memenuhi sertifikasi Timber Legality Assurance System (TLAS) dan standar lainnya yang berlaku di Jepang.

Hal ini agar sejalan dengan kontribusi Indonesia terhadap aspek berkelanjutan dalam perdagangan di tingkat global yang mana harus mendapat pengakuan dari para mitra dagang, termasuk Jepang.

Menurut dia, dengan kompleksitas perkembangan perdagangan dunia saat ini, kemitraan Indonesia dan Jepang masih bisa saling menguntungkan dan strategis bagi kedua negara.

Untuk itu, penting bagi kedua negara dapat memastikan efektivitas kerja sama ekonomi yang ada, seperti Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang telah berjalan selama tujuh tahun dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif ASEAN-Jepang (AJCEP) yang telah berjalan selama tujuh belas tahun.

"Tentunya, partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, seperti pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat umum juga penting guna memaksimalkan manfaat dari perjanjian dagang yang ada," ujarnya.

Lebih lanjut, Indonesia terus membuka peluang adanya kolaborasi tingkat lanjut dengan Jepang, terutama mengingat Indonesia dan Jepang adalah ketua bersama untuk RCEP Joint Committee 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Pemanfaatan Tutup Botol Pla...
Ekonomi
Upaya Mewujudkan Swasembada...
Megapolitan
Nobar Piala Dunia 2026 Meri...
Luar Negeri
Pria Inggris Ditangkap sete...
Nasional
Pemeriksaan Kesehatan Grati...
Nasional
Plaza Seremoni Raih Penghar...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Tim Bola Voli Putra Indonesia Torehkan Sejarah,  Juara AVC Cup 2026 Usai Balas Kekalahan dari Korea Selatan

Tim Bola Voli Putra Indonesia Torehkan Sejarah, Juara AVC Cup 2026 Usai Balas Kekalahan dari Korea Selatan

28 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.