Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fintech Lending Kian Agresif, Pembiayaan ke Sektor Produktif Tembus Rp28 Triliun 

24 Rabu, 04 Jun 2025, 17:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Fintech Lending Kian Agresif, Pembiayaan ke Sektor Produktif Tembus Rp28 Triliun  Fintech Lending Kian Agresif, Pembiayaan ke Sektor Produktif Tembus Rp28 Triliun  Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Fintech.

JAKARTA - Fintech lending dapat memberikan akses keuangan yang lebih mudah dan cepat bagi masyarakat yang belum terjangkau oleh perbankan, termasuk UMKM di daerah pedesaan. 

Dengan adanya akses pendanaan yang lebih mudah, UMKM dapat mengembangkan bisnis mereka lebih cepat, meningkatkan daya saing, dan berkontribusi pada perekonomian nasional. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan nilai pembiayaan yang disalurkan oleh lembaga pinjaman daring (pindar)/ Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI)/ fintech lending kepada sektor produktif mencapai Rp28,63 triliun per April 2025.

“Porsi pembiayaan LPBBTI atau pindar di sektor produktif dan/atau UMKM per April 2025 mencapai 35,38 persen, atau mencapai Rp28,63 triliun,” ucap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman di Jakarta, Rabu (4/6).

Ia menuturkan bahwa saat ini sebagian besar penyelenggara pindar melakukan dan melayani penyaluran pendanaan pada kedua sektor, baik sektor produktif maupun sektor konsumtif, sesuai dengan produk yang dimiliki.

Secara keseluruhan, OJK mencatat bahwa outstanding pembiayaan di industri fintech lending pada April 2025 tumbuh 29,01 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp80,94 triliun.

Sementara itu, porsi outstanding lender perbankan pada industri pindar per April 2025 mencapai Rp50,09 triliun, atau sebesar 61,89 persen dari total outstanding pendanaan keseluruhan industri pindar.

Agusman menyatakan bahwa meskipun terjadi koreksi pada kredit mikro bank, perbankan tetap memiliki peran strategis dalam mendukung penyaluran dana industri pindar ke segmen mikro.

Ia mengatakan bahwa hal tersebut salah satunya dilakukan dengan mendorong sinergi melalui pola pembiayaan tidak langsung, seperti channeling, serta memperkuat manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian dalam pemberian pembiayaan.

Sedangkan terkait kewajiban pemenuhan ekuitas, OJK mengungkapkan bahwa terdapat 15 dari 96 penyelenggara pindar yang belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum Rp7,5 miliar.

Agusman menuturkan bahwa dari 15 penyelenggara tersebut, empat di antaranya sedang dalam proses analisis atas permohonan peningkatan modal disetor.

Selain itu, mengenai pemenuhan ekuitas minimum Rp12,5 miliar yang akan mulai berlaku efektif pada 4 Juli 2025, pihaknya telah melakukan sejumlah supervisiory action.

Salah satunya adalah menyampaikan surat kepada seluruh penyelenggara pindar untuk dapat memenuhi dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan guna memenuhi ekuitas minimum sebelum waktu yang ditentukan.

OJK juga telah meminta action plan dan timeline pemenuhan ekuitas minimum bagi penyelenggara pindar yang belum mencapai ketentuan serta melakukan pemantauan secara berkala terhadap penyertaan tambahan modal dari pemegang saham, maupun dari investor lokal atau asing.

“Saat ini belum terdapat penyelenggara pindar yang mengajukan pengembalian izin usaha karena tidak memenuhi ketentuan ekuitas minimum maupun mengajukan izin untuk merger atau akuisisi,” imbuh Agusman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.