Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

📅 Minggu, 23 Agu 2026, 21:20 WIB | Oleh:
Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI! Doc: ANTARA/HO-BI Papua
Ket. Salah satu pelaku UMKM yang menjadi peserta pada ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta.

JAYAPURA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua mempercepat transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui tiga strategi utama, yakni e-farming, e-commerce, dan e-financing, Minggu (23/8).

Langkah ini dilakukan guna meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta mendorong pelaku usaha lokal naik kelas di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Papua.

“Transformasi digital menjadi semakin penting bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memperkuat akses terhadap pembiayaan,” kata Pelaksana Harian Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua David Sipahutar di Jayapura, Minggu.

Menurut David, untuk itu Bank Indonesia mendorong digitalisasi UMKM melalui tiga strategi utama, yakni e-farming, e-commerce, dan e-financing.

"Di mana e-farming diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi melalui pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian. sedangkan e-commerce dilakukan melalui onboarding UMKM untuk memperluas akses pasar digital," ujarnya.

Dia menjelaskan sementara e-financing dilakukan melalui pemanfaatan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) guna membantu UMKM memperbaiki pencatatan keuangan sekaligus meningkatkan akses terhadap pembiayaan.

"Dengan kemudahan digitalisasi ini maka semakin mudah UMKM bertransaksi serta ekosistem ekonomi,"katanya lagi.

Dia menambahkan kini perkembangan digitalisasi UMKM di Papua juga tercermin dari peningkatan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

"Pada triwulan pertama 2026, nilai transaksi QRIS di Papua dan wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) mencapai Rp2,61 triliun atau tumbuh 7,84 persen secara tahunan dan periode yang sama, jumlah merchant QRIS juga tumbuh 12,98 persen secara tahunan.

Sehingga perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap pembayaran digital," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.