Trump Datang, AS - Arab Saudi Capai Kesepakatan Senjata Terbesar dalam Sejarah!
📅 Rabu, 14 Mei 2025, 05:35 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
RIYADH - Amerika Serikat dan Arab Saudi pada Selasa (13/5) menandatangani kesepakatan senjata senilai 142 miliar dolar AS yang disebut-sebut oleh Gedung Putih sebagai "perjanjian penjualan pertahanan terbesar dalam sejarah" dalam pemberhentian pertama dari lawatan diplomatik empat hari Donald Trump ke negara-negara Teluk yang bertujuan untuk mengamankan kesepakatan besar dan menyoroti manfaat kebijakan luar negeri transaksional Trump.
Dari The Guardian, Gedung Putih menyebut kesepakatan senjata tersebut sebagai "perjanjian penjualan pertahanan terbesar dalam sejarah" dan mengatakan bahwa kesepakatan tersebut mencakup rencana bagi lebih dari selusin perusahaan pertahanan AS untuk menjual senjata, peralatan, dan layanan di bidang pengembangan angkatan udara dan kemampuan luar angkasa, pertahanan udara dan rudal, serta keamanan perbatasan dan maritim.
Presiden AS disambut dengan pengawal kerajaan saat tiba di Riyadh pada hari Selasa. Jet tempur F-15 Angkatan Udara Kerajaan Saudi mengawal jet Air Force One milik Trump saat tiba di Riyadh dan Trump duduk bersama Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman di aula berhias di Royal Court di Istana Al Yamamah bersama para anggota elit bisnis dan AS dan Saudi. Di antara mereka adalah Elon Musk, tokoh terkemuka di bidang AI seperti Sam Altman, serta para kepala eksekutif IBM, BlackRock, Citigroup, Palantir, dan Nvidia, dan lain-lain.
Ketika Salman berjanji bahwa Arab Saudi akan menginvestasikan 600 miliar dolar AS dalam ekonomi AS, Trump tersenyum dan bercanda bahwa seharusnya 1 triliun dolar AS.
Perjalanan ini merupakan bagian dari penataan ulang politik Timur Tengah yang didominasi oleh platform Trump yang mengutamakan kepentingan ekonomi dan keamanan dalam negeri AS daripada aliansi asing dan hukum internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Putra Mahkota Arab Saudi berjanji untuk menginvestasikan 600 miliar dolar AS di Amerika Serikat selama makan siang dengan Trump, termasuk 20 miliar untuk pusat data kecerdasan buatan, pembelian turbin gas dan peralatan energi lainnya senilai 14,2 dolar AS miliar, hampir 5 miliar dolar AS untuk jet Boeing 737-8, dan transaksi lainnya.
Namun rincian komitmen spesifiknya masih samar-samar, angka yang dikeluarkan Gedung Putih tidak berjumlah 600 miliar dolar AS, dan beberapa program dimulai di bawah pemerintahan Joe Biden.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!