Perayaan Waisak Diharapkan Bawa Semangat Ketenangan, Kebijaksanaan, dan Welas Asih bagi Semua
📅 Senin, 12 Mei 2025, 12:40 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: YASUYOSHI CHIBA / AFP)
JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto berharap perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE membawa ketenangan, kebijaksanaan, dan semangat welas asih bagi semua.
“Semoga perayaan Waisak senantiasa membawa ketenangan, kebijaksanaan, dan semangat welas asih bagi kita semua," ucap Prabowo dalam unggahan di akun Instagram resmi @presidenrepublikindonesia," Senin (12/5).
Prabowo mengucapkan selamat Hari Raya Waisak 2569 BE kepada seluruh umat Buddha di Tanah Air.
Dalam pesannya, Presiden mengajak masyarakat untuk mempererat persaudaraan dan menyebarkan kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui cinta kasih serta ketulusan.
Kepala Negara juga mengucapkan kalimat "Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta" yang memiliki arti semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada tahun ini, peringatan Hari Raya Waisak 2569 BE dirayakan melalui rangkaian Waisak Nasional 2025 yang kembali digelar di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah.
Puncak perayaannya berlangsung pada hari ini, ditandai dengan kirab dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, prosesi pelepasan lampion, peringatan detik-detik Waisak yang sakral, hingga ritual pradaksina, yakni berjalan mengelilingi candi sebagai bentuk penghormatan dan perenungan spiritual.
Air Berkah
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, para biksu mengambil air berkah di Umbul Jumprit, Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, untuk perayaan Waisak 2569 BE di Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2025 Tanto Harsono di Temanggung, Minggu, menyampaikan air berkah ini nantinya disemayamkan di Candi Mendut di Kabupaten Magelang.
“Besuk bersama api abadi dari Mrapen Kabupaten Grobogan akan kita bawa bersama-sama ke Candi Borobudur untuk merayakan detik-detik Waisak Tahun 2569 BE,” katanya.
Ia menyampaikan para biksu yang datang ke Jumprit sekitar 60-100 orang dari berapa majelis di Walubi. “Makna air suci adalah sumber kehidupan. Dalam tubuh kita pun lebih dari 50 persen adalah air, jadi tanpa air kita juga susah,” katanya.
Ia mengatakan para biksu mengambil air di Jumprit kemudian memasukkan dalam 22 kendi.
Ia menyebutkan tema Waisak tahun ini "Tingkatkan pengendalian diri dan kebijaksanaan mewujudkan perdamaian dunia", dengan subtema "Bersatu mewujudkan damai Waisak untuk kebahagiaan semua mahkluk".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!