Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Deli Serdang Genjot Perbaikan Rumah Tak Layak Huni, Desa Percut Disiapkan Jadi Kawasan Maju

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 12:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Deli Serdang Genjot Perbaikan Rumah Tak Layak Huni, Desa Percut Disiapkan Jadi Kawasan Maju Doc: Antara
Ket. Bupati Deli Serdang Asri Tambunan saat melakukan kunjungan ke Desa Percut. Pemkab Deli Serdang, Sumatera Utara, menetapkan Desa Percut sebagai model percontohan dalam penataan kawasan kumuh yang dipadukan sebagai kawasan intervensi terpadu penanganan stunting.

Deli Serdang - Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menetapkan Desa Percut sebagai model percontohan dalam penataan kawasan kumuh yang dipadukan sebagai kawasan intervensi terpadu penanganan stunting.

Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan di Lubuk Pakam, Rabu (1/4), mengatakan, saat ini satu unit rumah tidak layak huni telah berhasil direnovasi menjadi layak huni, di mana pembangunannya dilakukan dalam kurun waktu kurang dari dua bulan sejak peletakan batu pertama pada Februari silam.

Di kawasan yang sama, menurut dia, fondasi tiga unit rumah tidak layak huni telah dimulai dengan model dan ukuran yang sama yakni 6x7 meter.

"Perbaikan juga akan menyasar infrastruktur pendukung, termasuk peningkatan kualitas jalan lingkungan, akses air bersih melalui pembangunan sumur bor yang direncanakan dikelola melalui BUMDes untuk mendukung keberlanjutan operasional dan perawatannya," ujar dia.

Program itu, kata dia, menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, agar dapat merasakan langsung peningkatan kualitas hidup. Bupati juga mengimbau Baznas agar terlibat dalam memberikan insentif kepada masyarakat sebagai wujud gotong royong mensejahterakan warga kurang mampu.

"Kalau ada yang tidak dapat bansos dari pusat, kita bantu lewat pemerintah daerah. Baznas juga bisa menggunakan dana yang dihimpun untuk membantu memberikan insentif. Harapannya mereka yang selama ini tidak berpenghasilan alias berada di desil 1, bisa naik tingkat karena bantuan-bantuan yang diberikan," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan kepada masyarakat rencana pengadaan alat penghisap pasir untuk normalisasi kawasan muara serta mendorong dukungan masyarakat dalam pelebaran sungai guna mengurangi risiko banjir dan meningkatkan produktivitas wilayah pesisir.

Tak hanya itu, Desa Percut juga diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

Melalui berbagai program terpadu ini, Pemkab Deli Serdang menargetkan Desa Percut dapat bertransformasi dari kawasan yang tertinggal menjadi kawasan yang maju, sehat, dan sejahtera.

"Mari bersama-sama kita majukan Desa Percut ini. Apa yang saya buat tentu harus didukung oleh masyarakat setempat. Tidak bisa saya atau pemerintah daerah bekerja sendiri. Saya mohon dukungannya," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.