Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bertekuk Lutut, Tiongkok Tidak Punya Pilihan Selain Meningkatkan Impor dari AS

📅 Senin, 12 Mei 2025, 22:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bertekuk Lutut, Tiongkok Tidak Punya Pilihan Selain Meningkatkan Impor dari AS Doc: Antara
Ket. Kondisi terkini perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok

JAKARTA- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump harus diakui sebagai pemimpin yang full power di antara pemimpin-pemimpin negara di dunia. Hal itu terlihat pada kemampuannya mengeluarkan kebijakan di bidang perdagangan yang memaksa semua negara mitra dagangnya bertekuk lutut, termasuk Tiongkok yang awalnya responsif melakukan perlawanan balasan, tapi pada akhirnya harus takluk dalam perundingan yang berlangsung di Jenewa, Swiss akhir pekan lalu.

Dengan instrumen pengenaan tarif bea masuk yang berlipat kali ganda, negara-negara mitra dagang AS yang selama ini meraih surplus, harus mendatangi AS di meja perundingan untuk merevisi pola hubungan dagang bilateral supaya lebih fair dan adil. Hal itu juga menandakan betapa Trump sangat paham masalah ekonomi yang dihadapi AS, terutama defisit neraca perdagangan dan dia tahu perlunya kebijakan tarif untuk rebalancing (menyeimbangkan) kembali neraca perdagangannya.

Seperti diketahui, AS dan Tiongkok telah sepakat melonggarkan tarif secara signifikan selama 90 hari yang memberi harapan baru bagi stabilitas ekonomi jangka panjang.

Kesepakatan tersebut diumumkan dalam suatu pernyataan bersama yang disiarkan oleh pemerintah AS pada Senin (12/5) setelah negosiasi intensif akhir pekan di Jenewa, Swis.

Kedua negara akan memangkas bea masuk atas produk masing-masing secara drastis. AS akan menurunkan tarif atas barang-barang asal Tiongkok dari 145 persen menjadi 30 persen, sementara Tiongkok akan menurunkan tarif atas produk AS dari 125 persen menjadi 10 persen paling lambat 14 Mei.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent, dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, menyampaikan pernyataan bersama tersebut dalam konferensi pers di Jenewa.

Meskipun bersifat sementara, kesepakatan itu menjadi langkah paling signifikan dalam upaya meredakan ketegangan dagang selama beberapa tahun terakhir, sekaligus memberi angin segar bagi pasar global yang selama ini dihantui ketidakpastian.

Dalam pernyataan bersama itu, kedua negara menekankan pentingnya membangun hubungan dagang yang berkelanjutan, jangka panjang, dan saling menguntungkan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, kedua belah pihak akan membentuk mekanisme dialog baru untuk menjaga momentum pembicaraan, yang akan dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Tiongkok, He Lifeng, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.

Pertemuan lanjutan akan diselenggarakan secara bergiliran di Tiongkok, AS atau negara ketiga yang disepakati bersama. Diskusi teknis tingkat bawah juga akan dilakukan sesuai kebutuhan.

Kesepakatan mengejutkan itu muncul setelah bertahun-tahun perang tarif saling balas yang mengacaukan rantai pasok global dan memicu keresahan ekonomi dunia.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (10/5) malam mengumumkan bahwa timnya telah menggelar pertemuan yang “sangat baik” dengan pejabat Tiongkok terkait perdagangan di Swiss.

Trump mengeklaim bahwa telah terjadi “reset total” (pengaturan kembali sepenuhnya) dalam hubungan antara AS dan Tiongkok. 

“Pertemuan yang sangat baik hari ini dengan Tiongkok di Swis. Banyak hal dibahas, banyak yang disepakati. Reset total dinegosiasikan dengan cara yang bersahabat namun konstruktif," tulis Trump di platform Truth Social.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Disnaker Kota Bandung Dorong Program Magang

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Disnaker Kota Bandung Doron...
Daerah
Pemkot Bandung Bahas Pengha...
Jumlah Doktor Masih Rendah, Kemdiktisaintek Buka Afirmasi bagi Dosen NTT.

Jumlah Doktor Masih Rendah, Kemdiktisaintek Buka Afirmasi bagi Dosen NTT.

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.