Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Carney Sebut Kanada Tidak untuk Dijual

📅 Kamis, 08 Mei 2025, 01:00 WIB | Oleh:
PM Carney Sebut Kanada Tidak untuk Dijual Doc: AFP/Mandel NGAN
Ket. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney setelah pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Kedutaan Besar Kanada untuk Amerika Serikat, Washington, DC, Selasa (6/5).

Trenton, Kanada - Perdana Menteri Kanada Mark Carney dengan tegas mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa 'Kanada tidak untuk dijual' saat bertemu pada Selasa (6/5).

Sikap Carney bertentangan dengan Trump, yang telah mengatakan berulang kali bahwa ia ingin mencaplok Kanada dan menjadikannya negara bagian ke -51.

Kedaulatan Kanada menjadi salah satu isu yang dibahas ketika Carney mengunjungi Gedung Putih, yang menjadi pertemuan membahas pertahanan, perdagangan, pajak dan lainnya sambil menghindari sikap permusuhan.

Keduanya menunjukkan sikap berteman, seperti ketika Carney mengatakan kepada Trump bahwa "beberapa tempat tidak pernah dijual."

Namun dibalas Trump dengan kalimat "jangan pernah berkata tidak."

Presiden AS itu kemudian secara langsung menolak permintaan Carney untuk mencabut tarif untuk produk Kanada, menegaskan kembali posisinya bahwa Kanada tidak memiliki apa pun yang diinginkan AS.

Sementara Trump menolak permintaan untuk mengenakan tarif, Carney mengatakan pembaruan CUSMA yang akan datang (perjanjian perdagangan Kanada-AS-Meksiko) akan menjadi "dasar untuk negosiasi yang lebih luas."

"Saya pikir kami menetapkan dasar yang baik hari ini," kata Carney pada konferensi pers dari kedutaan Kanada setelah pertemuannya dengan Trump.

"Sungguh, hari ini menandai akhir dari dimulainya proses AS dan Kanada mendefinisikan kembali hubungan itu. Pertanyaannya adalah bagaimana kita akan bekerja sama di masa depan."

Carney memenangkan pemilihan federal pada akhir April dengan salah satu deklarasi kampanye utamanya adalah bahwa ia adalah pemimpin terbaik untuk berurusan dengan Trump yang tidak stabil.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa pengambilalihan Greenland bisa menjadi langkah strategis untuk kepentingan nasional AS, dan tidak menutup opsi militer sebagai salah satu cara untuk mencapainya.

“Saya tidak menutup kemungkinan itu. Saya tidak bilang akan melakukannya, tapi saya juga tidak menutup kemungkinan apa pun. Kami sangat membutuhkan Greenland,” lanjutnya, seraya menyebut wilayah otonom di bawah Denmark itu penting untuk “keamanan internasional,” ujarnya dalam wawancara dengan NBC pada akhir pekan lalu.

Integritas Wilayah

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Norwegia Andreas Motzfeldt Kravik meyakini bahwa Denmark bisa mengatasi upaya pencaplokan wilayah Greenland oleh AS.

“Kami yakin bahwa ini adalah isu yang bisa diselesaikan antara Denmark dan Amerika Serikat, dan bahwa Greenland adalah bagian dari Denmark, dan itu sudah cukup,” kata Wamenlu Kravik di Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Daerah
Seekor Gajah Jinak Mati di ...
Daerah
BMKG: Sebanyak 42 Gempa Bum...
Megapolitan
Kekeringan Ancam Sawah Selu...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.