PM Carney Sebut Kanada Tidak untuk Dijual
Kamis, 08 Mei 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSejak kembali menjabat pada Januari lalu, Presiden AS Donald Trump terus mengutarakan minatnya untuk mengakuisisi Greenland, meskipun sudah berkali-kali ditolak Denmark.
Greenland, wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark, sebelumnya pernah ditawarkan untuk dibeli oleh Trump pada masa jabatannya pada 2019 lalu, namun ditolak mentah-mentah oleh pemerintah Denmark. Kini, pernyataan Trump tersebut kembali memicu kecaman internasional, terutama karena menyinggung kedaulatan wilayah lain.
Greenland telah menjadi bagian dari Kerajaan Denmark sejak abad ke-18 dan mendapatkan status pemerintahan sendiri sejak 1979. Terletak di antara Samudra Arktik dan Atlantik, Greenland kaya akan sumber daya mineral dan memiliki posisi yang strategis.
Namun, baik pemerintah Denmark maupun otoritas Greenland menolak segala bentuk tawaran untuk menjual wilayah tersebut.
Sebuah survei yang dilakukan pada Januari menunjukkan bahwa 85 persen penduduk Greenland menolak bergabung dengan AS.
Pada bulan Maret lalu, Perdana Menteri terpilih Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menyerukan kepada negara-negara Eropa untuk mendukung kedaulatan wilayahnya, sambil menegaskan bahwa Greenland tidak dijual dan tidak akan pernah dijual.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!