Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Ketahanan dan Stabilitas Pangan, DKI Impor 500 Sapi dari Australia

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 13:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jaga Ketahanan dan Stabilitas Pangan, DKI Impor 500 Sapi dari Australia Doc: ANTARA
Ket. Arsip foto - Pekerja membersihkan kandang sapi impor dari Australia di Fasilitas Instalasi Karantina Hewan, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (25/2/2025). 

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimpor 500 sapi dari Australia sebagai upaya menjaga ketahanan dan stabilitas pangan khususnya dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani warga.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (07/5), mengatakan sapi tersebut telah tiba di Jakarta pada 2 April lalu dan nantinya ada pengiriman sapi impor dengan jumlah kali lipat pada Juni 2025.

"Untuk tahap pertama kita impor sapi hidup sebanyak 500 ekor dari Australia, tahap kedua di bulan Juni, dan target tahun 2025 ini kita akan impor 5.000 ekor sapi dari Australia,” kata dia.

Raditya menyampaikan telah mendapatkan izin impor dari pemerintah sebanyak 5.000 ekor jenis sapi bakalan atau sapi potong (Brahman Cross/BX) tahun ini. Jenis sapi BX ini cocok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari protein hewani yang dibutuhkan warga Jakarta.

Sapi BX diketahui memiliki keunggulan genetik yang mendukung produktivitas dan efisiensi pemeliharaan sehingga menjadi salah satu pilihan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Sementara itu, sapi lokal tetap memiliki peran penting dalam sistem peternakan nasional dan terus didorong pengembangannya agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global," kata Raditya.

Dia mengatakan adapun ke-500 sapi yang diimpor saat ini hingga dua bulan mendatang digemukkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Serang, Banten.

"Setelah mencapai bobot ideal, sapi-sapi tersebut akan dijual ke sejumlah RPH seperti Cakung, Serang, Bogor dan Sukabumi," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta, Suharini Eliawati, mengatakan impor sapi bakalan efektif untuk menjaga pasokan protein hewani bagi masyarakat Ibu Kota, khususnya menjelang momentum Hari Raya Idul Adha.

Dia menyampaikan kegiatan impor ini bukan hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga stabilitas harga di pasaran.

Menurut dia, pemilihan Australia sebagai negara asal impor didasarkan pada faktor kedekatan geografis dan efisiensi biaya logistik.

"Saat ini baru dari Australia, negara lain memang potensial, tapi butuh penjajakan dan kajian, terutama soal ongkos kirim dan waktu tempuh," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.