Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerebek Getuk di Kota Magelang Diikuti Ribuan Warga Peringati Hari Jadi ke-1.120

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 17:57 WIB | Oleh:
Gerebek Getuk di Kota Magelang Diikuti Ribuan Warga Peringati Hari Jadi ke-1.120 Doc: ANTARA/Heru Suyitno
Ket. Dua gunungan getuk di perebutkan dalam Gerebek Getuk dalam merayakan Hari Jadi Kota Magelang ke-1.120 di Alun-Alun Kota Magelang, Minggu (12/4).

MAGELANG, JAWA TENGAH - Ribuan warga Kota Magelang mengikuti acara Gerebek Getuk dalam rangkaian Hari Jadi ke-1.120 kota setempat yang diselenggarakan di Alun-Alun Kota Magelang, Jawa Tengah.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, khususnya para seniman dan budayawan yang luar biasa. Berkat dedikasi mereka, perayaan Gerebek Getuk 2026 berjalan rapi, lancar, dan mampu menampilkan kekayaan seni budaya kita dengan sangat baik," kata Wali Kota Magelang Damar Prasetyono di Magelang, Minggu (12/4).

Sebanyak 17 kelurahan di Kota Magelang mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan membawa kreasi gunungan masing-masing.

Ia menuturkan wajah baru prosesi budaya ada yang berbeda dalam gelaran tahun ini. Jika sebelumnya rute perjalanan dari kantor PDAM Kota Magelang menggunakan delman, kali ini panitia menetapkan rute jalan kaki bersama dari Pendopo  menuju tengah Alun-Alun Kota Magelang.

"Perubahan rute ini dilakukan seiring dengan telah dihibahkannya bangunan di sisi utara alun-alun dari Kementerian Keuangan kepada Pemerintah Kota Magelang," katanya.

Ia menuturkan pada 2026 menjadi tahun pertama fasilitas ini digunakan secara 100 persen untuk kepentingan publik. Pendopo tersebut kini menjadi milik masyarakat, sehingga prosesi penerimaan dari Mantiasih dilakukan di sana sebelum bergerak menuju titik pusat massa.

Menurut dia, inovasi tanpa meninggalkan pakem menatap masa depan, Pemerintah Kota Magelang berkomitmen untuk terus menyempurnakan penyelenggaraan Gerebek Getuk di tahun-tahun mendatang.

Prinsip dasar wajib menjaga Pakem Sejarah Mantiasih sebagai akar berdirinya Kota Magelang, tujuan meningkatkan daya tarik wisata tanpa mengaburkan nilai-nilai luhur sejarah.

"Harapan untuk tahun depan pasti ada. Kita akan terus berkembang dan berinovasi. Namun, satu hal yang pasti, inovasi boleh dilakukan selama tidak keluar dari pakem itu sendiri. Sejarah Mantiasih dan sejarah Kota Magelang adalah pakem utama yang harus tetap kita laksanakan," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.