Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

80 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, Guru Besar UGM Minta Pengawasan Diperketat

📅 Sabtu, 01 Agu 2026, 14:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
80 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, Guru Besar UGM Minta Pengawasan Diperketat Doc: Antara
Ket. Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Lilik Sutiarso.

Jakarta - Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Lilik Sutiarso menilai langkah pemerintah mengevaluasi peredaran beras fortifikasi merupakan bagian penting dalam memperkuat tata kelola dan menjaga integritas sistem pangan nasional.

"Sebagai akademisi di bidang sistem pertanian dan pangan, saya memandang evaluasi terhadap implementasi beras fortifikasi perlu dilihat sebagai bagian dari upaya penguatan sistem pangan nasional," kata Lilik dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (1/8).

Menurut dia, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari mutu produk, proses fortifikasi, pelabelan hingga mekanisme distribusi agar tujuan utama program fortifikasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Hal yang paling penting adalah memastikan produk yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar mutu, keamanan pangan, kandungan zat gizi, serta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan," ujarnya.

Lilik menjelaskan fortifikasi pangan merupakan intervensi yang telah diakui secara internasional untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui penambahan mikronutrien pada bahan pangan pokok.

Keberhasilan program tersebut, lanjutnya, tidak hanya ditentukan oleh proses produksi, tetapi juga konsistensi penerapan standar mutu, pengawasan di sepanjang rantai pasok, serta sistem ketertelusuran (traceability) produk hingga sampai ke tangan konsumen.

Menurutnya, apabila ditemukan ketidaksesuaian antara spesifikasi produk di pasar dengan standar resmi, penyelesaiannya harus dilakukan melalui evaluasi ilmiah yang komprehensif, meliputi pengujian laboratorium, audit proses produksi, serta verifikasi jalur distribusi.

Selain itu, dari perspektif sistem agrifood, pembentukan harga beras fortifikasi juga perlu dievaluasi secara menyeluruh. Harga seharusnya mencerminkan kualitas bahan baku, biaya fortifikasi, logistik, serta nilai tambah gizi yang benar-benar diterima masyarakat.

"Efisiensi rantai pasok menjadi kunci agar produk bergizi ini tetap terjangkau tanpa mengorbankan standar mutu," katanya.

Lilik menambahkan, penguatan sistem jaminan mutu (quality assurance), pengendalian mutu (quality control), dan ketertelusuran pangan (food traceability) menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan.

Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi digital melalui sistem identifikasi produk, pelabelan yang informatif, sistem ketertelusuran berbasis teknologi informasi, hingga pengawasan mutu secara berkala sebagai bagian dari modernisasi sistem pangan nasional.

"Pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga memperkuat daya saing industri pangan Indonesia," ujarnya.

Menurut Lilik, tujuan utama program fortifikasi adalah meningkatkan status gizi masyarakat. Karena itu, evaluasi yang dilakukan pemerintah seharusnya menjadi momentum memperkuat tata kelola sistem pangan nasional, meningkatkan kualitas pengawasan, dan memastikan manfaat teknologi fortifikasi benar-benar dirasakan masyarakat.

Tidak Sesuai Standar

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.