Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga bentrok dengan imigran ilegal buntut krisis migrasi di Ceuta

📅 Sabtu, 01 Agu 2026, 21:21 WIB | Oleh:
Warga bentrok dengan imigran ilegal buntut krisis migrasi di Ceuta Doc: ANTARA/Marcos Moreno - Anadolu Agency
Ket. Ratusan migran berupaya berenang dari Maroko menuju kota Ceuta milik Spanyol di Afrika Utara,

MADRID -- Krisis migrasi di Ceuta, kota otonom Spanyol di kawasan Afrika Utara, kian memanas dan menyebabkan bentrokan antara warga dengan imigran ilegal asal Maroko, demikian menurut laporan media setempat dan video yang beredar di media sosial.

Seorang blogger Spanyol, David Santos, mengunggah sebuah video yang merekam aksi kejar-kejaran warga dan para imigran di jalanan melalui platform X.

Ia menyebut bahwa orang-orang Maroko yang telah menetap di kawasan El Príncipe ikut mengusir para migran yang berusaha memasuki Ceuta secara ilegal.

Media lokal Ceuta Actualidad melaporkan bahwa adanya pembentukan sebuah grup WhatsApp bernama "Viva España" yang kini telah memiliki lebih dari 800 anggota.

Menurut laporan media tersebut, sejumlah anggota grup mengusulkan untuk melakukan pergerakan dan "memukuli para migran dengan tongkat".

Presiden Partai Andalusi Dris Mohamed mengatakan kepada stasiun radio Cadena SER bahwa sekelompok pemuda kedapatan memukuli orang-orang yang baru saja memasuki Ceuta.

Ia pun mengecam tindakan main hakim sendiri tersebut, meski di sisi lain ia juga memaklumi keresahan penduduk setempat.

Stasiun radio tersebut juga melaporkan bahwa sejumlah toko terpaksa ditutup sementara karena alasan keamanan.

Kepolisian nasional maupun daerah telah mengerahkan aparat di berbagai lokasi untuk mencegah terjadinya pencurian dan kerusuhan, di tengah ketakutan dan ketegangan warga yang terus meningkat.

Sebelumnya, Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas menyatakan bahwa sekitar 60 ribu orang dari Maroko telah memasuki Ceuta dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, surat kabar El Pais melaporkan bahwa jumlah migran yang tewas saat mencoba menyeberang ke Ceuta mencapai 57 orang.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Arsenal Yakin Mampu Gulung ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.