Pramono: Perpanjangan Operasional Perpustakaan Jangan Bebani Anggaran
📅 Selasa, 06 Mei 2025, 13:50 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Mochamad Tresna Suheryanto
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa rencana perpanjangan jam operasional museum dan perpustakaan hingga malam hari tidak akan membebani keuangan daerah. Bahkan menurutnya, anggaran yang dibutuhkan tidak besar.
"Untuk biaya, kecil sekali lah," ujar Pramono di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/5).
Gubernur Pramono menjelaskan, fokus utama Pemprov DKI Jakarta saat ini yakni meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, yang salah satunya diukur melalui akreditasi A. Dari 34 perpustakaan di Jakarta yang telah meraih akreditasi A, delapan di antaranya merupakan milik Pemprov DKI.
"Yang untuk akreditasi A di Jakarta ini jumlahnya enggak banyak, cuman 34. Delapan dimiliki langsung oleh Pemprov DKI Jakarta, sisanya di SMA, SMP, SD," papar dia.
Gubernur DKI Jakarta pun menyebut bahwa delapan perpustakaan milik Pemprov itulah yang akan menjadi prioritas untuk perpanjangan jam operasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tetapi yang delapan itu lah yang kemudian secara penuh nanti akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Jakarta dan kami akan buka," ucap dia.
Terkait jumlah petugas yang dibutuhkan, Pramono juga menyebut tidak membutuhkan banyak personel. Penambahan petugas perpustakaan dan museum dinilainya justru bisa membantu membuka lapangan kerja untuk masyarakat.
"Iya sekarang ini orang di Indonesia termasuk di Jakarta memerlukan pekerjaan. Itu kan bisa dengan cara apakah di-ASN-kan atau PPPK. Dan kebutuhannya kan tidak terlalu banyak," kata Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat mengatakan, saat ini perpanjangan waktu buka telah mulai diuji coba di dua perpustakaan utama, yaitu Perpustakaan Umum Daerah Cikini dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin. Keduanya telah buka hingga pukul 22.00 WIB setiap harinya.
Kebijakan ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari dua perpustakaan tersebut, lalu merambah ke perpustakaan wilayah lainnya di Jakarta Pusat, Timur, Selatan, Barat, dan Utara. Namun, implementasi penuh akan bergantung pada kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia.
“Kita ingin dari Senin sampai Minggu, buka sampai malam. Tapi tentu sambil melihat kebutuhan dan kesiapan," kata Syaefuloh. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!