Perang Dagang: Trump Kenakan Tarif Tinggi, Masa Depan Film Asing di AS Terancam
📅 Senin, 05 Mei 2025, 09:38 WIB | Oleh: Yuniar Dwi Setiawati
Doc: Shutterstock/yds
WASHINGTON D.C. - Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana pengenaan tarif 100% terhadap film-film yang diproduksi di luar negeri. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya perselisihan perdagangan antara AS dan negara-negara lain.
Trump menyatakan bahwa industri film Amerika mengalami "kematian yang sangat cepat" akibat insentif yang ditawarkan negara lain untuk menarik produksi film. Ia menganggap hal ini sebagai "ancaman keamanan nasional" dan alat "pesan dan propaganda". Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan keinginannya agar film-film kembali diproduksi di Amerika.
Sejak kembali ke Gedung Putih, Trump telah menerapkan tarif terhadap berbagai negara, dengan tujuan meningkatkan produksi dalam negeri dan melindungi lapangan kerja. Namun, kebijakan ini memicu kekacauan ekonomi global dan diperkirakan akan meningkatkan harga barang di seluruh dunia.
Sebelumnya, Trump menunjuk aktor Jon Voight, Mel Gibson, dan Sylvester Stallone sebagai duta khusus untuk mempromosikan peluang bisnis di Hollywood, yang ia sebut sebagai "tempat yang hebat namun bermasalah". Ia berharap mereka dapat mengembalikan kejayaan Hollywood yang menurutnya telah kehilangan banyak bisnis ke negara lain.
Menanggapi ancaman tarif ini, Dr. Sarah Thompson, seorang pengamat industri film dari Universitas California, menyatakan kekhawatiran akan dampak negatifnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tarif 100% akan secara drastis mengurangi produksi film di luar AS dan berpotensi memicu perang dagang yang lebih luas. Hollywood harus segera beradaptasi dengan mencari pasar alternatif dan memperkuat produksi dalam negeri," ujarnya.
Michael Lawson, seorang produser film independen, menambahkan, "Hollywood perlu fokus pada produksi film berkualitas tinggi yang mencerminkan nilai-nilai Amerika dan menarik penonton global. Selain itu, mereka harus menjalin kerjasama dengan pemerintah untuk mendapatkan insentif yang kompetitif dan memastikan akses pasar yang adil."
Trump juga telah menargetkan China dengan tarif impor yang mencapai 145%, dan bahkan bisa mencapai 245% untuk beberapa barang. China membalas dengan tarif 125% untuk barang-barang dari AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski Trump menyatakan sedang bernegosiasi dengan banyak negara, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai perjanjian perdagangan yang mungkin akan diumumkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!