Mengapa Perempuan Harus Berdaya dan Setara? Perspektif Organisasi dan Pemerintah
📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 12:09 WIB | Oleh: Yuniar Dwi Setiawati
Doc: PIM/yds
Jakarta - Pertemuan antara organisasi pemberdayaan perempuan Perempuan Indonesia Maju (PIM) dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) RI, Agus Andrianto, baru-baru ini menyoroti urgensi pemberdayaan dan kesetaraan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.
Diskusi yang konstruktif ini menggarisbawahi mengapa perempuan perlu memiliki posisi yang setara dengan laki-laki demi kemajuan bangsa dan keadilan sosial.
Ketua Umum PIM, Lana T. Koentjoro, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai isu krusial terkait perempuan, mulai dari perlindungan pekerja migran perempuan (PMI), pembinaan warga binaan perempuan di lembaga pemasyarakatan, hingga peningkatan ekonomi perempuan.
"Kami melihat bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci untuk mengatasi berbagai persoalan yang mereka hadapi dan untuk mencapai kemajuan yang inklusif," ujarnya. Lana menekankan bahwa perempuan yang berdaya mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi keluarga, komunitas, dan negara.
Menteri IMIPAS, Agus Andrianto, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Perempuan memiliki peran yang sangat vital dan strategis dalam pembangunan bangsa. Kami menyadari bahwa banyak perempuan menghadapi tantangan, dan oleh karena itu, memastikan hak-hak mereka terlindungi dan terakomodasi dengan baik adalah sebuah keharusan," tegasnya.
Agus menilai bahwa kesetaraan memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam segala bidang, sehingga potensi mereka dapat berkembang maksimal.
Dr. Dewi Anggraini, seorang sosiolog gender, menjelaskan lebih lanjut mengapa pemberdayaan dan kesetaraan perempuan sangat penting.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ketika perempuan berdaya secara ekonomi, sosial, dan politik, mereka memiliki kemampuan yang lebih besar untuk mengambil keputusan bagi diri sendiri dan keluarga, meningkatkan kualitas hidup, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Kesetaraan gender juga esensial untuk menciptakan masyarakat yang adil dan harmonis, di mana setiap individu dihargai dan memiliki kesempatan yang sama," paparnya.
Lebih lanjut, aktivis perempuan, Ratna Sari, menyoroti bahwa pemberdayaan perempuan juga krusial untuk mengatasi berbagai bentuk diskriminasi dan kekerasan berbasis gender.
"Perempuan yang memiliki akses terhadap pendidikan, pekerjaan yang layak, dan representasi politik yang setara akan lebih mampu melindungi diri mereka sendiri dan memperjuangkan hak-hak mereka. Kesetaraan bukan hanya tentang keadilan individu, tetapi juga tentang membangun masyarakat yang lebih kuat dan beradab," pungkasnya.
Pertemuan antara PIM dan Kementerian IMIPAS menjadi bukti komitmen untuk terus mendorong pemberdayaan dan kesetaraan perempuan sebagai agenda nasional yang penting.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!